Ini Indikator Mimika Terapkan Status New Normal Pasca PSDD

Ini Indikator Mimika Terapkan Status New Normal Pasca PSDD

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat telah menetapkan masa new normal atau penerapan tatanan kehidupan baru mulai 3 Juli 2020.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika, Reynold Ubra mengatakan, ada indikator yang mempengaruhi sehingga Pemkab Mimika menerapkan status new normal, dengan tetap memperkuat protokol kesehatan.

Menurut Reynold, salah satu indikator penting di Indonesia maupun dunia adalah angka reproduksi kasus covid-19. Di Mimika, indikator menunjukkan angka reproduksi efektif pada hari ke 98 berada pada angka 0,34.

“Meskipun kalau kita gabungkan ini di tingkat kabupaten, kita tambahkan dengan wilayah PT Freeport Indonesia atau di wilayah Distrik Tembagapura, persisnya itu ada di angka 1,” ungkap Reynold dalam live video conference #100hari Mimika mengawal covid-19, Jumat (3/7).

Reynold memastikan Mimika sudah layak menerapkan new normal secara kewilayahan, dan berdasarkan hasil-hasil yang dilakukan tim gugus tugas mulai dari perluasan testing hingga percepatan penganan kasus.

Di samping itu, angka kesembuhan yang semakin meningkat dan kini mencapai 83 persen dan pasien dalam perawatan kini tersisa 16-17 persen.

“Kami menyakini bahwa Mimika sudah layak masuk ke masa new normal. Ini tentu saja dibarengi dengan angka kesembuhan yang hari ini hanya tersisa sekitar 60 orang,” katanya.

Masa new normal yang diterapkan pasca Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD) akan berlangsung hingga 13 hari ke depan. Selanjutnya masih akan dievaluasi.

Masyarakat diminta untuk tetap mengikuti protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan pada air yang mengalir atau memakai hand sanitizer, serta menjaga jarak minimal 1 meter.

Selain itu, masyarakat diminta terus meningkatkan pola hidup sehat dengan menjaga imunitas tubuh.

Masa new normal mestinya diterapkan ketika sebagian besar warga atau paling tidak hampir seluruhnya, dianggap mampu menyesuaikan diri dengan penerapan protokol kesehatan di mana pun.

Kondisi tersebut dimana masyarakat harus tetap produktif, namun juga tetap aman dari Covid-19. Protokol kesehatan sudah harus menjadi gaya hidup setiap individu.

Reynold mengatakan, komitmen orang per orang atau pun kelompok memang sangat dipengaruhi bagaimana sikap tegas ketika suatu kebijakan itu diberlakukan.

“Kami tahu bahwa merubah perilaku itu tidak semudah membalik telapak tangan. Namun disitulah tantangan sosial advokasi itu dilakukan,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *