Idham Samawi: Pancasila Persatukan Bangsa Indonesia

Idham Samawi: Pancasila Persatukan Bangsa Indonesia

BANTUL, – Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) masih bisa berdiri tegak sampai sekarang ini, karena ada Pancasila. Dengan Pancasila Bangsa Indonesia bisa bersatu. 

“Negara Indonesia yang besar ini terdiri dari 700 suku bangsa, bisa bersatu karena Pancasila. Sementara Uni Soviet yang hanya terdiri dari beberapa suku, sekarang bubar,” kata anggota DPR RI Drs HM Idham Samawi ketika memberikan sambutan pada acara syukuran selesainya rangkaian Upacara Ngenteg Linggih Pura Jagadnatha Banguntopo Banguntapan Bantul, Senin (20/1).

Acara malam itu dimeriahkan dengan pergelaran wayang kulit semalam suntuk oleh Dalang Ki Seno Nugroho mengambil cerita ‘Mbangun Bangsal Prabhasuyasa’.

Besarnya wilayah NKRI, jelasnya, dibuktikan dengan jika naik pesawat terbang dari Jakarta ke Tokyo Jepang, membutuhkan waktu tujuh jam melewati empat negara. Sementara naik pesawat terbang dari Sabang sampai Merauke juga membutuhkan waktu tujuh jam hanya melewati satu negara. Karena itu Idham Samawi mengajak hadirin untuk bersedia menjaga Pancasila.

Sebelum pergelaran dimulai, Idham Samawi menyerahkan wayang gunungan kepada Ketua Panitia/Pengempon Budi Sanyoto SPd H disaksikan Ketua Parisadha Hindhu Dharma Indonesia DIY Drs  Nyoman Warta MHum. Kemudian Budi Sanyoto menyerahkan wayang kepada Ki Seno Nugroho.

Sedang Nyoman Warta dalam sambutannya mengatakan, wayang bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan. Wayang mempunyai filsafat tinggi. wayang adalah petuah.

Ngenteg Linggih sendiri, menurut Nyoman Warta, untuk mempersatukan tiga sumber kebahagiaan, yaitu hubungan harmonis manusia dengan Tuhan. Hubungan harmonis manusia dengan sesamanya dan hubungan haromonis manusia dengan alam semesta.

Camat Banguntapan Drs Fauzan Muarifin menyatakan, Kecamatan Banguntapan merupakan Indonesia mini. Pemeluk agama apa pun ada di wilayah ini. Berbagai suku bangsa yang ada di Indonesia juga ada di Banguntapan.   

Budi Sanyoto dalam laporannya menyebutkan, Ngenteg Linggih dilaksanakan sejak awal Oktober hingga akhir Desember 2019. Tadi acara tadi malam sebagai syukuran selesainya rangkaian upacara Ngenteg Linggih. Upacara Ngenteg Linggih adalah menguatkan kembali atau Menstanakan Ida Sang Hyang Widhi di dalam Pura.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *