Golkar Kritik KAMI: Jika Bangkitkan 212, Memecah Bangsa

Golkar Kritik KAMI: Jika Bangkitkan 212, Memecah Bangsa

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Dave Laksono menilai Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang memelihara semangat 212 berpotensi memecah belah masyarakat.

“Kalau akhirnya itu hanya ingin terus membangkitkan semangat 212, yang berlandaskan politik identitas, itu justru bukan menyatukan bangsa, justru akhirnya memecah bangsa dengan terus membuat perbedaan di antara warga negara. Ini yang tidak baik,” kata Dave.

Dave mengamini bahwa setiap orang, termasuk Din Syamsuddin dan Gatot Nurmantyo yang mendeklarasikan KAMI, berhak memiliki agenda politik, berserikat, atau berorganisasi.

Walaupun demikian, Dave mengingatkan bahwa agenda politik yang dibawa tidak boleh berangkat dari keinginan untuk terus membangkitkan semangat gerakan 212.

Gerakan 212 adalah sebuah aksi demonstrasi besar yang terjadi di sekitar kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta pada 2 Desember 2016

Kala itu, mereka menuntut mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, yang saat itu juga merupakan calon gubernur petahana dalam Pilkada 2017, dihukum dalam kasus penodaan agama.

KAMI, yang baru saja dideklarasikan, di dalamnya tergabung sejumlah petinggi Front Pembela Islam (FPI) yang dulu aktif mendukung aksi 212.

Gerakan 212 ini kemudian kerap dikaitkan dengan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 silam.

Dave mengaku tidak masalah dengan langkah Gatot, Din, dan sejumlah tokoh lainnya mendeklarasikan gerakan KAMI.

Namun, ia mengingatkan gerakan KAMI harus mampu melahirkan solusi dan menyampaikan kritik terhadap pemerintah dengan dukungan data yang kuat. Dave pun mempertanyakan ancaman yang hendak diselamatkan oleh KAMI.

“Kalau lihat ada permasalahan dengan bangsa ini sampaikan dengan solusinya juga, jangan hanya teriak masalah-masalah Indonesia butuh diselamatkan, ya selamatkan dari mana masalahnya apa, apa yang mesti dikerjakan, [silakan] sampaikan dan buktikan dan kerjakan,” kata Dave.

“Jangan hanya sekadar bisa meneriakkan menjelek-jelekan pemerintah, menyalahkan Presiden Jokowi, tanpa memberikan solusi yang jelas, tanpa memberikan bukti-bukti yang kuat,” lanjutnya.

KAMI secara resmi mendeklarasikan diri di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (18/8) pagi.

Beberapa tokoh publik hadir dan membacakan Jati Diri dan Maklumat KAMI sebagai rangkaian deklarasi tersebut. Tokoh-tokoh tersebut diantaranya Achmad Yani, Rocky Gerung, Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, Rochmad Wahab, Meutia Farida Hatta, MS Kaban.

Kemudian hadir pula Said Didu, Refly Harun, Ichsanuddin Noorsy, Lieus Sungkharisma, dan Jumhur Hidayat, Abdullah Hehamahua, hingga Amien Rais.

Achmad Yani membacakan bahwa KAMI memiliki ‘Jati Diri’ yang terdiri dari sepuluh poin. Jati Diri KAMI menggambarkan tentang latar belakang, tujuan, serta struktur organisasinya.

Sumber : cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *