Categories Opini

Filep Karma, meninggal dunia karena ‘tenggelam saat menyelam’, kata keluarga

Filep Karma, meninggal dunia karena “kecelakaan” akibat “tenggelam” saat “menyelam” di perairan Jayapura, Papua, demikian keterangan keluarga.

Jenazahnya ditemukan pada Selasa (01/11) pagi oleh warga di bibir pantai Base G, Jayapura, Papua.

Audrey Karma, salah-seorang anak Filep Karma, mengatakan bahwa ayahnya meninggal dunia karena “tenggelam”.

“Saya sudah ikut ‘visum luar’ dan memang berdasarkan visum luar jelas bahwa bapak meninggal karena tenggelam,” kata Audrey di hadapan wartawan, Selasa siang, di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Jayapura.

Seperti dilaporkan wartawan di Jayapura, Joice Rumkorem untuk BBC News Indonesia, Audrey berujar, bahwa ada saksi dari keluarga yang “berenang bersama” Felipe Karma di pantai Base G, Jayapura, pada hari Minggu (30/10).

Saksi mata itu, lanjut Audrey, sempat berbincang dengan Felipe bahwa dia berencana menyelam, namun “air naik”.

“Jadi menunggu sampai air turun,” ungkap saksi mata, seperti ditirukan Audrey. Disebutkan dia menunggu di lokasi bernama Deplat di Jayapura.

Tidak diketahui kapan persisnya Filep kemudian memutuskan untuk menyelam di perairan itu, karena saksi mata itu meninggalkan lokasi “tanpa bapak”, kata Audrey.

Dan pada Selasa (01/11) pagi, Audrey dihubungi melalui telepon supaya datang ke Pantai Base G, Jayapura.

“Dan saya sampai di Base G, saya menemukan bapak dalam keadaan meninggal dunia,” ujarnya dengan nada tercekat.

‘Tidak perlu ada hoaks’

Di hadapan wartawan, Audrey Karma mengharapkan agar semua pihak merelakan kematian ayahnya.

“Jadi mari kita merelakan bapak, tidak ada lagi isu-isu atau hoaks-hoaks yang beredar karena ini murni bapak kecelakaan,” katanya.

Audrey kemudian meminta “tidak perlu ada kekerasan atau isu-isu mau demo atau apa segala macam, kumpul massa dan sebagainya, tidak perlu.”

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *