Dukung UMKM Sagu Sentani Meer Eksis, Pemerintah Bantu Rp150 Juta

Dukung UMKM Sagu Sentani Meer Eksis, Pemerintah Bantu Rp150 Juta

Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Papua, Klemen Tinal meresmikan rumah sagu yang memproduksi beraneka kue berbahan dasar sagu yang dikelola UMKM Sentani Meer di Kemiri, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa 14 Juli 2020.

Selain meresmikan rumah sagu, dalam kesempatan  itu juga dilakukan peluncuran produk olahan tepung sagu dan aneka kue sagu, yang dilanjutkan dengan  penyerahan peralatan dan kemasan tepung sagu dari pemerintah Provinsi Papua.

UMKM Sentani Meer sudah bertahan lebih dari 38 tahun dan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi telah membantu dan berkomikasi, sehingga pemerintah bisa hadir untuk memberikan dukungan.

“UMKM ini adalah usaha dari orang asli Papua (OAP) yang wajib dibantu, sehingga kami hadir untuk memberikan dukungan. Poin penting lainnya adalah Pemprov Papua siap memberikan bantuan kepada siapapun yang mempunyai talenta dan bekerja keras,” jelas Klemen.

Hal ini dibuktikan dengan niat Pemprov Papua yang berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk mengambil alih 5 kampung yang mayoritas penduduknya adalah OAP, untuk membantu dan mengembangkan ekonomi kerakyatan OAP lebih mandiri.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Jan Jap Ormuseray mengatakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan adalah bagian dari implementasi visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yaitu Papua bangkit, mandiri,  sejahtera yang berkedilan, dengan cara pemberdayaan OAP.

“UMKM Sentani Meer akan menerima bantuan dana sebesar Rp150 juta untuk tahap pertama, untuk mempertahankan usahanya tetap eksis dan bisa menjadi warna dalam pelaksanaan PON XX di Papua,” katanya.

Kata Jap, nantinya tempat usaha sekaligus dijadikan tempat produksi kemasan dan peralatan, bahkan bisa menjadi tempat untuk kue sagu.

Terkait ketersediaan bahan baku sagu, Jan menjelaskan bahwa usaha yang dilakukan Sentani Meer mampu memproduksi sagu sebanyak 4,5 ton. Dengan adanya jejaring yang dibangun bersama beberapa distrik di Kabupaten Jayapura, maka kebutuhan akan bahan dasar sagu mampu tercukupi.

“Sagu Papua tidak hanya bisa ditemukan di pasar tradisional, namun sudah bisa dibeli langsung di pasar modern, seperti mal dan toko-toko modern lainnya. Kami berharap usaha mereka tetap eksis,”  katanya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *