Dukung Ketahanan Pangan dan Air, Kementerian PUPR Bangun 5 Bendungan Baru

Dukung Ketahanan Pangan dan Air, Kementerian PUPR Bangun 5 Bendungan Baru

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mengerjakan pembangunan lima bendungan baru pada tahun 2020 di sejumlah provinsi antara lain Bendungan Tiu Suntuk di Nusa Tenggara Barat, Bendungan Sepaku Semoi di Kalimantan Timur, Bendungan Jragung di Jawa Tengah, Bendungan Ameroro di Sulawesi Selatan dan Bendungan Budong-budong di Sulawesi Barat.

Pembangunan bendungan baru ini untuk memenuhi target ketahanan air dan pangan secara nasional, khususnya penyediaan air baku sebesar 54,81 m3/detik pada 2024. Di samping pembangunan bendungan baru, pada tahun 2020 ini Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan dan akan segera melakukan pengisian air di dua bendungan yakni Bendungan Tukul di Pacitan dan Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pengelolaan sumber daya air dan irigasi akan terus dilanjutkan dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan. Disamping itu kehadiran bendungan juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal.

“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” kata Menteri Basuki yang dikutip laman PU, Jumat (31/7).

Lokasi dari Bendungan Tiu Suntuk berada di Desa Mujahidin Kecamatan Brang Ene Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Bendungan ini nantinya akan memiliki kapasitas tampungan total sebesar 56 juta m3 dengan luas genangan 337 ha. Groundbreaking Bendungan Tiu Suntuk sudah dilakukan pada Februari 2020 dan ditargetkan selesai pada 2023.

Bendungan kedua yang telah terkontrak adalah Bendungan Sepaku Semoi yang berada di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Bendungan ini memiliki kapasitas tampungan sebesar 11 juta m3 dengan luas genangan 232,51 ha.

Selanjutnya adalah Bendungan Jragung berlokasi di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah yang berkapasitas tampung 90 juta m3 dengan luas genangan 503,1 ha. Bendungan ini ditargetkan selesai pada 2024 dan memberikan manfaat untuk suplai air irigasi seluas 6.435 ha, air baku 1.000 liter/detik dan mereduksi banjir 68%. Biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 2,72 triliun.

Sedangkan yang keempat yakni Bendungan Ameroro di Desa Tamesandi, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Selatan memiliki kapasitas tampung 55,12 juta m3 dan luas genangan 244,06 ha. Bendungan yang ditargetkan selesai pada 2023 ini bermanfaat untuk air irigasi seluas 1.460 ha, reduksi banjir 584 m3/detik, air baku 511 liter/detik dan penyediaan potensi energi listrik sebesar 1,3 MW. Estimasi anggaran pembangunan ini sebesar Rp 1,62 triliun.

Dan yang terakhir adalah Bendungan Budong-budong yang akan dibangun di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat memiliki kapasitas tampungan 65 juta m3, ditargetkan selesai pada 2023 dengan manfaat suplai air irigasi seluas 3.500 ha, reduksi banjir 106,76 m3/detik, air baku 410 liter/detik dan penyediaan potensi energi listrik sebesar 0,6 MW. Biaya pembangunan bendungan ini sebesar Rp 1,34 triliun.

Sumber : https://www.beritadaerah.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *