Categories Nasional Politik

Dinilai Menjelekkan Pemerintah yang Sah, Ini 4 Fakta Penolakan KAMI

Suara Yogyakarta – Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menggelar acara di Graha Jabal Nur dan Gedung Juang 45 Surabaya, Jawa Timur. Diketahui, KAMI dimotori oleh beberapa orang penting seperti Din Syamsuddin, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, dan Prof Rahmat Wahab.

Massa aksi yang tergabung dalam Surabaya Adalah Kita dan Koalisi Indonesia Tetap Aman (KITA) menolak penyelenggaraan acara tersebut.

Dikutip dari liputan6.com, massa melakukan demo dengan memasang spanduk penolakan. Selain itu, secara bergantian peserta unjuk rasa menyampaikan orasi supaya silaturahmi akbar KAMI tidak diselenggarakan di Surabaya maupun di daerah-daerah lain di Jawa Timur.

Kusnan Hadi, seorang peserta unjuk rasa menyampaikan, KAMI dinilai mau menjungkirbalikkan pemerintahan yang sah dan konstitusional. Oleh karena itu, Surabaya Adalah Kita menolak acara silaturahmi akbar ini digelar.

“Visi misi mereka hanya ingin menjungkirbalikkan ke arah ini. Itu yang kita lihat nanti,” kata Kusnan.

Kusnan menambahkan, KAMI seharusnya membuat partai sendiri bukan provokasi ke semua daerah dan menjelekkan pemerintah yang sah.

“Usul saya bikin saja partai tidak ada masalah, bersaing dengan partai-partai lain bukan dengan memprovokasi warga tiap daerah, menjelek-jelekkan anak-anak bangsa, menjelek-jelekkan pemerintah negara yang sah ini,” lanjutnya.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *