Dinas Pariwisata Salurkan Bantuan Kemenparekraf Kepada Karyawan Hotel Dan UKM Kepariwisataan Papua

Dinas Pariwisata Salurkan Bantuan Kemenparekraf Kepada Karyawan Hotel Dan UKM Kepariwisataan Papua

Sebagai bentuk rangsangan agar usaha kepariwisataan dan ekonomi kreatif tetap berjalan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberi bantuan kepada para pelaku usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Jayapura.

Penyerahan bantuan yang dilaksanakan melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, secara simbolis dilakukan di Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura.

Yoserizal, selaku Kasi Pengembangan Destinasi Pariwisata Area 4B Wilayah Papua – Papua Barat Kemenparekraf/Baparekraf, memgungkapkan bahwa penyaluran bantuan tersebut dilakukan di seluruh Indonesia di 17 provinsi.

“Di Provinsi Papua kami menyerahkan bantuan di dua kabupaten, yaitu di Kabupaten Biak dan Kabupaten Jayapura,” ungkapnya saat ditemui papuasati.com usai penyerahan bantuan.

Selain membantu meringankan beban para pelaku usaha bidang pariwisata terdampak pandemi Covid-19, kata Yoserizal, juga dalam rangka menggerakkan perekonomian para pelaku ekonomi kreatif di Indonesia.

“Bantuan ini berupa produk para pengusaha ekonomi kreatif lokal, sehingga para pengrajin dan pelaku usaha ekojomi kreatif di siji dan di seluruh Indonesia bisa tetap eksis,” jelasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, Joko Sunaryo mengungkapkan, ada 1076 orang pelaku usaha di seluruh Kabupaten Jayapura yang mendapat bantuan, diantaranya adalah karyawan hotel, motoris, dan masyarakat yang usahanya terkait langsung dengan kepariwisataan.

“Bantuannya berupa lauk pauk siap saji yang diberikan kepada pengelola pariwisata yang ada di Kabupaten Jayapura,” ungkapnya.

Kata Joko Sunaryo, dengan penyaluran bantuan tersebut, UMKM tetap jalan, ekonomi pariwisata juga berjalan.

“Karena ini yang diberikan ini juga hasil dari UMKM masyarakat lokal sini,” jelasnya.

Ketua PHRI Kabupaten Jayapura, Bambang Zulhadi mengakui saat ini perhotelan sebagai salah satu penunjang kepariwisataan masih dalam kondisi sulit, dan operasional maupun karyawan yang aktif baru sekitar 20 persen.

Selebihnya masih dirumahkan atau tidak bekerja sementara waktu.

“Keadaan sekarang ini hotel dibuka itu, hanya untuk menjaga-jaga kalau ada tamu. Itu saja,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *