Dinas Pariwisata Kota Yogya Terima Pengajuan Baru Protokol Kesehatan dari Sejumlah Tempat Hiburan

Dinas Pariwisata Kota Yogya Terima Pengajuan Baru Protokol Kesehatan dari Sejumlah Tempat Hiburan

YOGYA – Sejumlah tempat hiburan dan kegiatan di Kota Yogyakarta berinisiatif mengajukan verifikasi pencegahan COVID-19 ke Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.

Kabid Atraksi Wisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Edi Sugiharto, mengatakan ada sekitar lima permohonan baru untuk verifikasi.

Beberapa di antaranya adalah usaha biliar, pameran Artjog yang digelar di Jogja National Museum, area bermain Funworld, kegiatan pertemuan di salah satu hotel Kota Yogyakarta, dan lainnya.

“Ada yang sudah mengajukan, tetapi kami belum bisa memberikan keputusan. Kami harus berkoordinasi dengan gugus tugas. Memang usaha jasa pariwisata boleh mengajukan permintaan, dan nanti akan diverifikasi,”katanya, Senin (20/07/2020).

Ia melanjutkan sebelum mengajukan permohonan verifikasi, sebaiknya usaha jasa pariwisata maupun kegiatan mempersiapkan sarana dan prasaran pencegahan COVID-19, termasuk di antaranya tempat cuci tangan, thermo gun, dan lain-lain.

Hingga saat ini sudah ada beberapa destinasi wisata yang kembali beroperasi secara terbatas, seperti Taman Pintar, Keraton Yogyakarta, Tamansari, Museum Sonobudoyo, Museum TNI AD, dan juga kawasan wisata Malioboro.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan yang penting adalah skema pencegahan COVID-19. Ia juga meminta agar setiap tempat memiliki satgas COVID-19.

“Ya silakan mengajukan ke pemerintah, nanti kita akan verifikasi. Akan kita lihat skema pencegahan COVID-19 nya. Yang penting adalah harus ada satgas COVID-19, berapapun orangnya, bagaimana. Yang jelas harus ada satgas COVID-19,”ujarnya.

“Kenapa harus ada satgas, karena satgas itulah yang nanti bertugas untuk memastikan protokol COVID-19 dijalankan. Tempat ibadah juga kita minta agar ada satgasnya, semua tempat, supaya masyarakat terbiasa menerapkan protokol kesehatan,”sambungnya.

Meski boleh mengajukan permohonan, pihaknya masih belum akan memberikan izin untuk kegiatan yang bersifat massal.

“Untuk kegiatan besar kita masih belum. Yang sifatnya masal seperti CFD (car free day), kita belum (memberikan izin),”tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *