Di Omnibus Law Cipta Kerja, Pekerja Dapat ‘Uang Pemanis’ 5 Kali Gaji

Di Omnibus Law Cipta Kerja, Pekerja Dapat ‘Uang Pemanis’ 5 Kali Gaji

suarayogyakarta.com – Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membocorkan beberapa isi draf Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja. Salah satunya, akan ada sweetener atau uang pemanis yang diberikan pemerintah setara dengan lima kali gaji bagi seluruh pekerja resmi.

“Dengan ditandatanganinya perjanjian Undang-Undang nanti tenaga kerja dapat sweetener. Sweetener itu berlaku untuk semua pekerja yang resmi dan itu perusahaan bukan perusahaan kecil. Perusahaan besar,” katanya ditemui di DPR, Jakarta, Rabu (12/2).

Dia mengatakan, adanya skema sweetener ini tidak menghapus pemberian pesangon bagi para pekerja. Pesangon sendiri masih akan tetap ada berdasarkan Undang-Undang yang berlaku.

“Kalau pesangon tetap dengan regulasi yang berlaku. Jadi ini beda on top,” imbuh dia

Mantan Menteri Perindustrian ini, menambahkan pada dasarnya Omnibus Law Cipta Kerja disusun pemerintah untuk mendorong orang yang tidak bekerja. Di mana, berdasarkan catatan dia saat ini ada sekitar tujuh juta orang yang tidak memiliki pekerjaan dan berhak mendapatkan pekerjaan.

“Hak untuk mendapatkan pekerjaan, hak untuk mendapatkan gaji, itu diatur dengan omnibus law, apalagi dunia sekarang sedang mendapatkan banyak gejolak,” tandas dia.

Pemerintah telah menyerahkan Surat Presiden (Surpres) Rancangan Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani hari ini, Rabu (12/2).

Dari pantauan di lapangan beberapa menteri tampak sudah merapat Sekretariat Jenderal DPR sejak mulai pukul 13.15 WIB di Di antaranya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil dan Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly.

“Iya mau nemenin Pak Menko Airlangga saja,” Kata Sofyan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (12/2).

Hingga berita ini diturunkan para menteri Kabinet Indonesia Maju belum keluar. Pembahasan masih berlanjut antara pemerintah dan juga DPR.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *