Daya beli masyarakat Kota Jayapura selama Pandemi Covid-19 tetap terjaga

Daya beli masyarakat Kota Jayapura selama Pandemi Covid-19 tetap terjaga

suarayogyakarta.com | Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura-Papua, Robert L. N. Awi, mengatakan pendemi Covid-19 tak berdampak pada daya beli masyarakat di Kota Jayapura, khususnya kebutuhan pangan.

“Secara umum, sampai dengan hari ini, kondisi jual beli khususnya di pasar tradisional cukup ramai. Aktivitas pedagang dan daya beli masyarakat masih tetap terjaga dengan baik,” ujar Awi di Kantor Wali Kota Jayapura-Papua, Jumat (14/8/2020)

Menurut Awi, hal itu memberikan gambaran bahwa perekonomian di Kota Jayapura denyutnya masih tetap terjaga.

“Untuk daya beli masyarakat di pasar tradisional masih terjaga. Yang terpukul sektor usaha di pasar modern karena kebutuhan masyarakat masih bisa ditunda. Tapi untuk pasar tradisional tidak bisa ditunda karena kebutuhan sehari-hari sehingga semua orang lebih fokus di pasar tradisional,” jelas Awi.

Di sisi lain, dikatakan Awi, daya beli masyarakat menurun, khususnya kalangan ekonomi lemah. Pada kalangan ini pandemi Covid-19  cukup memberikan pukulan yang berat karena adanya tambahan beban biaya di antaranya pendidikan anak terutama dalam pembelian pulsa dan membeli handphone untuk kepentingan belajar daring.

“Itu baru dari sisi pendidikan, belum lagi dari sisi pengeluaran lain seperti tukang ojek yang tadinya berpenghasilan Rp200 ribu tapi setelah terjadi pandemi Covid-19 penghasilan berkurang menjadi hanya Rp50 ribu setiap hari. Inilah yang menyebabkan daya beli masyarakat turun karena kurangnya pendapatan,” ujar Awi.

“Memang (pandemi Covid-19) memberikan beban yang cukup signifikan dalam hal daya beli masyarakat. Untuk mendongkrak daya beli masyarakat, dari Pemerintah Kota Jayapura sangat bergantung dengan kebijakan nasional seperti relaksasi kredit atau penundaan pembayaran kredit, baik di perbankan maupun perusahaan pembiayaan, pembayaran untuk mereka yang berpenghasilan di bawah Rp5 juta,” sambungnya.

“Stimulan ini kami harapkan dapat memperkuat daya beli masyarakat. Sementara Pemerintah Kota Jayapura memastikan stok barang tetap terjaga, baik di pasar tradisional maupun pasar modern,” imbuh Awi.

Seorang pedagang sembako di Pasar Hamadi, Kota Jayapura-Papua, Rahman, merasakan sepi pembeli menjelang penerapam tatanan kehidupan baru atau new normal.

“Belum stabil Mas, masih sepi pembeli. Kalau Sabtu dan Minggu masih lumayan ramai tapi Senin sampai Jumat sangat sepi pembeli,” ujar Rahman pemilik toko kelontong dan aneka kebutuhan.

Rahman yang juga menjual kebutuhan rempah-rempah, daging sapi, dan daging ayam mengaku sepi pembeli karena pendemi Covid-19.

“Langganan saya seperti usaha catering dan rumah makan masih banyak yang tidak jualan. Lumayan lakunya, untuk operasional toko dan uang makan saja. Kalau stabilnya setiap hari bisa laku banyak,” ujar Rahman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *