Ahli Fiqih dan Luwes,KH Miftachul Akhyar Dianggap Layak Pimpin MUI Pusat

Ahli Fiqih dan Luwes,KH Miftachul Akhyar Dianggap Layak Pimpin MUI Pusat

Suarayogyakarta – Bursa calon Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat terus mengemuka.

Kriterianya antara lain merupakan sosok ulama yang disegani, ahli fiqih, mudah bergaul dengan semua kalangan (luwes), dan peka terhadap problematika keumatan. Ini dinyatakan untuk menjawab beragam masalah keagamaan ditengah masyarakat.

Hal itu diungkap Ketua STAI Denpasar, Jumari, M.Pd., Rabu, Agustus 2020. Dia menilai, kriteria itu sejatinya ada pada sosol KH. Makruf Amin yang sekarang menjadi Wakil Presiden.

Dia berpandangan, saat ini di Indonesia faksi-faksi Islam terus berdinamika.

Di MUI Pusat lanjutnya, secara kultur didomanisasi NU, tapi dalam politik kebangsaan didominasi ormas luar NU.

“MUI ini memang harus dari NU, kenapa, krn NU sampai sekarang organisasi yang pegang empat prinsip tawasut, i’tidal tawazun dan tasammu,” tandasnya.

Dikatakan, karena MUI merupakan organisasi keagamaan yang menjembatani ormas-ormas Islam yang memiliki pemahaman ideologi berbeda-beda, maka butuh ulama kharismatik, memegang teguh aturan-aturan dan sportif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *