Polri menunjukkan jati dirinya tidak hanya melayani masyarakat dalam bidang kamtibmas. Upaya preventif juga semakin mereka gencarkan di masyarakat.
Hal itu dibuktikan dengan diutusnya dai-dai ke Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Para dai polisi ini ditugaskan menyampaikan dakwah-dakwa Islamiyah yang menyejukkan.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah dan menangkal paham radikalisme dan intoleran menyebar di Poso. Para dai polri yang merupakan utusan Mabes Polri ini didampingi personel organik Kabupaten Poso menyebar di masjid-masjid yang ada dalam Kota Poso. Mereka menjadi Khatib dan Imam (Jumat 20/05/2022).
Dai-dai polisi yang diutus yakni Ustaz Iptu M. Atmal Fauzi SH utusan Polda Gorongtallo Khatib di Masjid Baburrahman, Ustaz Ipda Ilham Dai Polres Poso di Masjid Al Falah, serta Ustaz Ipda Ismail utusan Polda Sulteng di Masjid Attaqwa.
Selain itu, UstazAiptu Buya Asber Panjaitan, M. Pd.I. utusan Polda Bengkulu diterjunkan ke Masjid Nurul Huda, Ustaz Bripka M. Arafah utusan Polda Sulsel di Masjid Nur Taqwa, Ustaz Sofyan Dombana utusan Polres Polres Poso di Masjid Al Mukhlisin, serta Ustaz Bripda Ferrel Fauzan utusan Polda Papua di Masjid Baitul Muslihin.
Pengiriman dai polisi ke Poso ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Ustaz Gani, salah satu tokoh masyarakat yang juga seorang Imam Masjid di Kota Poso mengatakan, ini adalah terobosan luar biasa.
Ia pun mengaku sangat bangga dengan polisi Indonesia dan secara khusus berterima kasih ke Mabes Polri yang sudah mengirimkan dai-dai terbaiknya ke Poso.
“Sekarang Polri luar biasa, sudah tampil menyejukkan di kota kami melalui ceramah-ceramahnya yang santun dan menyejukkan. Semoga polri kedepan semakin dicintai masyarakat,” katanya.
Ustaz Iptu M. Atmal Fauzi, SH menjelaskan, aksi dai-dai polri ini merupakan bagian dari Operasi Madago Raya Tahun 2022. “Kami diutus langsung oleh Mabes Polri tergabung dalan Operasi Madago Raya Tahun 2022,” jelasnya.
Menurutnya. seluruh dai polisi ini diterjunkan untuk menyampaikan dakwah-dakwah Islamiyah yang menyejukkan, pemersatu, menerima kebhinekaan, serta bersama-sama mencegah masuknya paham radikal.
“Dan kami berharap doa dan dukungan dari semua kalangan semoga apa yang kami lakukan dapat berjalan lancar dan mendapat ridho Allah SWT,” kata Iptu M. Atmal Fauzi, SH yang sehari harinya menjabat sebagai Kapolsek Tapa Polda Gorontalo.
