Sleman berikrar menjaga pilkada aman dan damai serta dapat mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi covid-19. Ikrar yang kemudian disettai pembagian masker gratis itu berlangsung di Mapolres Sleman (21/11/2020).
Bupati Sleman Sri Purnomo beserta tiga pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Sleman juga bersama-sama melakukan ikrar dan tanda tangan pemilu damai. Sri Purnomo mengatakan dalam ikrar tersebut siap menjungjung pilkada 2020 yang aman, damai dan sehat.
Deklarasi damai dilaksanakan bupati bersama Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto, Dandim 0732 Sleman Letkol Inf Arief Wicaksana , Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi, Ketua Bawaslu Karim Mustafa, para camat dan lurah se-Kabupaten Sleman.
Dalam ikrar dan tanda tangan bersama pilkada Sleman yang damai, masing-masing paslon menyatakan siap menjaga agar pilkada Sleman berjalan dengan aman dan lancar.
Bupati Sleman selaku kepala daerah membacakan ikrar damai dan diikuti oleh semua paslon serta penyelengara pilkada. “Sesuai bagian dalam ikrar tersebut, paslon diharapkan bebas dari politik uang, politisasi SARA, politik identitas, dan berita hoax di masa pilkada nanti,” ujar Sri Purnomo.
Tak lupa Sri Purnomo menegaskan kembali tentang covid-19. Di Sleman meskipun data covid-19 bertambah, tingkat kesembuhan juga meningkat.
“Dari data kemarin, ada 34 positif. Tapi sembuhnya ada bertambah 38 pasien. Artinya dari 76,38% yang belum sembuh tinggal 21,34%,” ungkapnya.
Oleh karena itu, ini merupakan bagian yang harus dijadikan semangat bersama dalam menangani covid-19 di Kabupaten Sleman. “Kita harap dalam pilkada ini, imbauan kapolres dan dandim agar lancar dan berjalan tertib sehingga pilkada tidak malah menjadikan penambahan klaster covid-19 baru,” tegasnya.
