Tokoh Papua Willem Frans Ansanay mengatakan bahwa Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua berdampak sangat positif bagi masyarakat.
Menurutnya, karakteristik tanah Papua berbeda dengan daerah lainnya.
Dia mencontohkan, luas satu Kabupaten di Papua ada yang sama dengan satu Propinsi di Pulau Jawa.
“Papua harus ditangani serius, terutama pada sektor kesehatan. Hanya saja sejumlah permasalahan di Papua masih ditemui, wilayah yang dekat dengan Propinsi saja masih kekurangan bagaimana dengan wilayah lainnya.
Alokasi anggaran untuk Kesehatan itu 15 %, seharusnya sektor kesehatan bisa 25 atau 50%. Kalau infrastruktur, kan bisa dengan alokasi anggaran lainnya,” ujarnya seusai acara Webinar Moya Discussion Group-Unity In Pembanguna Diversity (UID) dengan tema “Kesehatan di Papua Melalui Dana Otsus”, Sabtu (21/11/2020).
Willem menuturkan dengan keterbatasan sarana kesehatan dan jarak yang jauh menjadi kendala dalam pelayanan kesehatan.
Untuk itu. Sebagai salah satu solusinya adalah dengan pemekaran wilayah Papua.
Revisi Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua mengatur sejumlah aspek. Di antaranya, mempertegas rencana pemekaran wilayah atau pemerintah provinsi (pemprov) di Papua.
“Dilakukan atau penegasan Pasal 76 tentang pemekaran daerah Papua. Dengan adanya pemekaran diharapkan pelayanan kesehatan bisa lebih cepat, tepat dan mudah dirasakan masyarakat,”ujar mantan ASN DKI Jakarta ini.
Dirinya mengungkapkan, jika anak Milenial ada yang teriak yang berbeda dengan Pemerintah Indonesia jangan salahkan mereka.
