Wapres Ma’ruf: Pancasila Terbukti Mampu Menjaga Kerukunan Seluruh Bangsa

Wapres Ma’ruf: Pancasila Terbukti Mampu Menjaga Kerukunan Seluruh Bangsa

Wakil Presiden┬áMa’ruf Amin┬ámengajak masyarakat menangkal paham-paham yang ingin mengancam Pancasila dan persatuan nasional. Menurutnya, Pancasila sudah terbukti mampu menjaga kerukunan bangsa.

“Pancasila sudah terbukti mampu menjaga kerukunan seluruh bangsa, sehingga tercipta integrasi nasional. Oleh karena itu, kita harus mampu menangkal berkembangnya paham-paham yang mengancam Pancasila dan persatuan nasional,” kata Ma’ruf dalam acara BPIP, Kamis (10/9).

Menurutnya, persatuan nasional merupakan prasyarat bagi terwujudnya stabilitas nasional. Sementara, stabilitas nasional merupakan prasyarat bagi kelancaran dan keberhasilan pembangunan nasional.

Ma’ruf kemudian memaparkan empat pendekatan mewujudkan integrasi nasional untuk kehidupan yang rukun dan harmonis antar umat beragama. Baik dalam konteks kehidupan sosial maupun politik.

Pertama, melalui bingkai politis atau politik kebangsaan. Yakni penguatan wawasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang meliputi tiga konsensus, Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila dan Undang-undang Dasar 45.

“Kedua bingkai teologis, yakni melalui pengembangan teologi kerukunan, dimana agama tidak dijadikan sebagai faktor pemecah belah tetapi menjadi faktor pemersatu dengan memperhatikan kondisi obyektif bangsa Indonesia yang majemuk,” tuturnya.

Ketiga bingkai sosiologis, yakni melalui penguatan budaya kearifan lokal. Karena, setiap daerah atau suku memiliki nilai-nilai budaya yang dianggap sebagai kearifan lokal atau local wisdom.

“Keempat, bingkai yuridis, yakni melalui penguatan regulasi tentang kehidupan beragama secara komprehensif dan terintegrasi, baik dalam bentuk Undang-undang maupun peraturan hukum di bawahnya,” ucapnya.

Menurut Ma’ruf, Pancasila dan agama tidak bisa dipisahkan. Dia berharap Pancasila bisa diperkuat sebagai paradigma dalam studi agama-agama di Indonesia.

“Karena sila pertama Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Simposium Nasional Studi dan Relasi Lintas Agama Berparadigma Pancasila diharapkan dapat memperkuat Pancasila sebagai paradigma dalam studi agama-agama di Indonesia,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *