Tunggu Hasil Labfor Polri Terkait Kebakaran, Kejagung Minta Semua Pihak Tidak Asal Berspekulatif

Wakil Jaksa Agung, Setia Untung Arimuladi mengatakan, hingga kini, pihaknya tengah menunggu hasil analisa Pusat Laboratorium Forensik (Labfor) dan Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) dari Bareskrim Polri terkait peristiwa kebakaran di Gedung Utama, Kejaksaan Agung, pada Sabtu (25/8).

Hasil analisi itu, kata Untung bisa digunakan pihaknya untuk menepis banyak spekulasi dari masyarakat terkait penyebab kebakaran itu. Salah satunya yang dilontarkan Indonesia Corruption Watch (ICW). ICW menduga kebakaran itu merupakan salah satu upaya menghilangkan barang bukti.

“Jadi tolong, saya berharap pada rekan-rekan ICW dan rekan yang lain bantu kami untuk bisa bekerja dengan baik. Kita tidak boleh memberikan berita yang bersifat spekulasi. Polisi sedang melakukan penyelidikan,” kata Untung, di Kantor Diklat Kejaksaan Agung Ragunan, Jakarta, Selasa (25/8).  

Kemarin, tim gabungan Polri melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran di Gedung Utama Kejaksaan Agung. Olah TKP itu disaksikan oleh Kabareskrim, Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapuslabfor Mabes Polri Brigadir Jenderal  Ahmad Haydar, Dirtipidum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Ferdy Sambo, dan Direskrimum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Tubagus Ade Hidayat.  

“Tim Puslabfor Mabes Polri yang dipimpin Kapuslabfor dan Dirtipidum selesai melakukan olah TKP pada pukul 17.15 WIB,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono, di Jakarta.  

Argo menjelaskan, tim gabungan yang dikerahkan telah menyisir seluruh bangunan yang terbakar. Mereka memeriksa tiap lantai gedung Kejaksaan Agung yang hangus terbakar.

“Tim telah melakukan penyisiran setiap lantai, mulai dari lantai 1 hingga lantai 6 gedung Kejagung,” tambah Argo.

Dari olah TKP itu, Argo menyebut bahwa tim Puslabfor mengambil sampel abu arang dari reruntuhan gedung yang terbakar. Abu itu akan diteliti untuk mengungkap penyebab kebakaran.

“Selain itu, tim juga sedang mendalami arah penjalaran api,” tandas Argo.

Seperti yang diketahui, kebakaran terjadi di Gedung Utama Kejaksaan Agung pada 22 Agustus 2020 malam sekitar pukul 19.10 WIB. Sebanyak 65 mobil pemadam dikerahkan untuk meredam kobaran api.

Gedung yang terbakar merupakan kantor Jaksa Agung, Wakil Jaksa Agung, Biro Perencanaan dan Keuangan, Biro Pembinaan, Intelijen, dan Biro Kepegawaian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *