Tokohnya itu-itu saja, Pengamat: KAMI mirip gerakan #2019GantiPresiden

Tokohnya itu-itu saja, Pengamat: KAMI mirip gerakan #2019GantiPresiden

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI menuai polemik lantaran tak punya legitimasi dan dinilai kontraproduktif. Terkait hal itu, pengamat menilai, kelompok tersebut mirip-mirip gerakan #2019GantiPresiden karena tokohnya itu-itu saja.

KAMI sendiri baru saja menggelar deklarasi di Tugu Proklamasi, Jakarta, pada Selasa 18 Agustus 2020 lalu. Pada kesempatan itu, ada sejumlah tuntutan yang mereka sampaikan. Hampir seluruhnya berkenaan dengan kebijakan serta kinerja pemerintah di bawah komando Presiden Joko Widodo.

Pengamat sekaligus praktisi hukum, Petrus Selestinus menilai, apa yang menjadi tuntutan KAMI sebenarnya sudah ada dan dibawa sejak gerakan #2019GantiPresiden berdiri. Hanya saja, kata dia, kini kemasannya lebih baru dan tidak terlalu menjurus ke satu pihak.

“Tokoh-tokohnya juga tempo-tempo muncul lalu hilang, dan akan muncul lagi dengan kemasan baru tapi isu lama, terutama jualan isu PKI,” ujar Petrus,

“Karenanya nasib KAMI tidak akan jauh berbeda dengan #2019GantiPresiden yang tujuannya tidak tercapai,” tambahnya.

Petrus meyakini, jika tujuannya hendak mengadvokasi kepentingan bangsa demi perbaikan, maka tidak cukup hanya mengumpulkan tokoh-tokoh tua yang sudah tidak punya energi dan tak memiliki wadah advokasi yang permanen.

“Mereka tidak punya wadah advokasi yang permanen untuk kepentingan bangsa, sehingga sia-sia jika hanya berteriak soal perubahan,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *