Sultan Pastikan Stok Pangan di Jogja Masih Aman

Sultan Pastikan Stok Pangan di Jogja Masih Aman

Meski Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyatakan, sejumlah daerah di Indonesia mulai mengalami defisit kebutuhan pokok. Namun Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan bahwa kondisi tersebut tidak terjadi di DIY. Mengingat stok pangan yang dimiliki DIY masih aman untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. Termasuk untuk keperluan Ramadan dan Idul Fitri.

Soal ketersediaan bahan pangan di DIY sampai saat ini masih aman. Karena berdasarkan laporan yang saya terima stoknya masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. Jadi masyarakat tidak perlu terlalu khawatir, karena stoknya masih aman untuk 3 sampai 6 bulan ke depan,” kata Sultan, saat dimintai tanggapan tentang mulai terjadinya defisit bahan pokok di sejumlah daerah di Indonesia, di Kompleks Kepatihan, Rabu (29/4). Adapun stok pangan yang mengalami defisit di berbagai daerah, seperti yang disampaikan Jokowi, antara lain beras, jagung, cabai bawang putih, telur ayam, serta gula.

Sultan mengungkapkan, ketersediaan bahan pokok untuk wilayah DIY dipastikan masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Apalagi sejumlah desa di DIY memiliki lumbung pangan dengan pengelolaan yang bagus. Sehingga banyak di antara mereka yang sudah bisa swasembada pangan. Untuk seandainya ada desa yang belum bisa memenuhi dapat dengan mudah diatasi.

Karena kekurangan tersebut bisa diatasi secara bersama-sama. Untuk itu Sultan meminta masyarakat tetap tenang dan tidak perlu resah. Mengingat stok bahan pokok yang dimiliki DIY masih bisa mencukupi.

Terpisah Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY Arofa Noor Indriani mengatakan stok bapok di DIY di tingkat produsen dipastikan mencukupi karena ada yang dipasarkan di dalam maupun ke luar daerah. Berdasarkan neraca bahan pangan ketersediaan, diprediksi stoknya semua sangat mencukupi. Sehingga masyarakat diharapkan tidak perlu mempunyai persepsi kehabisan stok bapok karena ketersediaannya aman.

Stok bapok yang kami hitung ini yang asumsinya sudah berada di dalam DIY semua atau tidak diperdagangkan ke luar daerah. Aman dan cukuplah stok bapok kita, kalau sampai kurang dan langka berarti perlu indikasinya dikirim ke daerah lain atau luar DIY,” ucap Arofa.

Arofa menyampaikan ketersediaan stok beras mencapai 165 ribu ton, bawang merah sebesar 900-an ton, bawang putih sebesar 420 ton, cabai rawit merah 2.000 ton, daging ayam 2.000-an ton, telur ayam sebanyak 2 juta ton, gula pasir sebesar 500-an ton, minyak goreng 700-an liter dan sebagainya. “Angka ketersediaan ini merupakan hasil perhitungan kumulatif dari petani, gapoktan, Bulog, cadagangan pangan Pemda dan pedagang,” terangnya.

Sementara itu, Arofa mengungkapkan produksi beras di DIY mencapai 35.131 ton dengan ketersediaan mencapai 53.863 ton per Juni 2020. Sedangankan konsumsi rumah tangga di DIY mencapai 28.471 ton sehingga baim dari produksi maupun ketersediaan beras di DIY masih surplus.

Sumber : https://www.krjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *