Sultan: New Normal sama dengan Menata Peradaban Baru DIY

Sultan: New Normal sama dengan Menata Peradaban Baru DIY

Walaupun masih berada dalam situasi pandemi Covid-19 namun Daerah Isimewa Yogyakarta (DIY) sedang menata kembali seluruh sektor kehidupan demi menuju peradaban yang baru.

Hal itu disampaikan Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X pada program Sultan Menyapa Jilid 10, Selasa (23/6) yang mengangkat tema “Menata Normal-Baru, Menuju Peradaban Baru DIY”.

Menurut Sultan dalam programnya, Menata Normal-Baru” dengan “Norma-Baru” merupakan arah yang mendasar untuk “Menuju Peradaban Baru DIY”.

“Bagaimana bayangan bentuknya? Pertama kita harus mengatasi trauma sosial dengan cara socio-cultural healing, bangun dari keterpurukan. Selain itu Back to nature, mengutamakan sesuatu yang memang dibutuhkan, bukan memanjakan kelimpahan yang diinginkan,” tuturnya.

Penerapan Kebijakan Normal-Baru, bukan hanya membuka kembali aktivitas kehidupan dengan standar dan protokol tertentu akan tetapi membangun hidup bersama di tengah keragaman perbedaan.

Utamanya, harus didasari oleh mutual trust untuk memperoleh mutual-benefits. Diikuti juga dengan kesadaran dan kesediaan saling-belajar, memahami, menghargai dan berbagi.

Itu dilakukan sebagai pengikat partisipasi, solidaritas dan kolaborasi dalam mewujudkan harmoni kehidupan bersama.

Sultan mengungkapkan, bukan hal yang mudah untuk mewujudkan peradaban baru, dibutuhkan pandangan reflektif guna memperkuat fondasi pemahaman.

“Keistimewan DIY berlandaskan Nilai-Nilai Filosofi, Core-Beliefs, dan Nilai-Nilai Budaya, Core-Values, yang mengatur hubungan vertikal dan horisontal. Banyak nilai dasar yang harus diperkuat,” ungkapnya.

Nilai-nilainya itu dibagi dalam tiga tataran, yaitu nilai dasar yang bersifat abstrak dan tetap, nilai instrumental yang bersifat kontekstual dengan tuntutan zaman dan nilai praksis yang terekspresikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Itulah substansi yang paling esensial dan aktual yang harus diwujudkan sebagai fondasi awal sekaligus langkah strategis “Menuju Peradaban Baru DIY”, yang juga harus dipahami oleh setiap Insan Peradaban Yogyakarta,” pungkasnya. 

Sumber : gudeg.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *