Sanksi Membayangi ASN yang Tidak Netral Pilkada

Sanksi Membayangi ASN yang Tidak Netral Pilkada

Penjabat Bupati Bantul Budi Wibowo mengingatkan segenap ASN Pemkab Bantul untuk netral dalam Pilkada 2020 ini.

Hal tersebut disampaikannya seusai menghadap Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

“Setiap ada event terkait kampanye, saya mohon dilakukan monitoring, dilakukan perekaman, dan sebagainya (untuk melihat) apakah ada ASN di situ. Kita ingin ASN netral,  kalau ada sesuatu melanggar ya sudah harus kena sanksi, tidak bisa tidak karena ini sudah berjalan. Kampanye sudah berjalan,” tegasnya.

Budi mengatakan bahwa pihaknya telah memikirkan bagaimana nantinya Bawaslu beserta Inspektorat dapat berkerjasama untuk melakukan pengawasan di lapangan.

“Masyarakat silahkan melaporkan kalau ada ASN yang tidka netral. Jujur saja kami khawatir yang njago bupati sama wabup. Mereka kan sudah lima tahun, pasti ada lah blok wakil dan bupati pasti ada. Tapi ASN harus memegang netralitas itu. Sanksinya sesuai pelanggaran yang ada, nanti kami bicarakan dengan Bawaslu,” urai Budi.

Terkait hari pertama menduduki jabatan pimpinan di Bantul, Budi mengaku telah bertemu dan berdialog dengan Sekda, Asisten, dan beberapa OPD untuk membahas 4 agenda utama, mulai ada Pilkada, penanganan Covid-19, pemulihan ekonomi, dan persiapan pilurdes.

“Penanganan Covid-19 karena Bantul di zona orens dan kuning, kita berharap bagaimana kuning jadi hijau, hijau jadi kuning, maka protokol kesehatan perlu dilakukan, testing dilakukan, agresifitas melakukan protokol kesehatan harus terus,” urainya.

Ia menambahkan bahwa di Bantul, angka kasus Covid-19 tinggi karena adanya alur manusia. 

“Karena itu pengetatan harus dilakukan polisi, TNI, Satpol-PP sudah bekerja sama dan itu harus dilakukan terus,” bebernya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *