Program Kartu Prakerja Dinilai Efektif Tekan Angka Pengangguran

Program Kartu Prakerja Dinilai Efektif Tekan Angka Pengangguran

UPAYA pemerintah membuat kebijakan untuk menekan angka pengangguran di masa pandemi Covid-19 melalui program Kartu Prakerja, mendapat apresiasi dari anggota DPR RI Dyah Roro Esti. Menurutnya, sejak diterapkan secara masif pada April 2020, program itu efektif menekan angka pengangguran.

“Program itu dapat menstimulasi angkatan kerja yang kehilangan pekerjaan dan fresh-graduate yang siap bekerja untuk mendapat pelatihan dan pengembangan diri. Tentu ini sangat efektif untuk menekan angka pengangguran,” kata anggota Komisi VII DPR RI dari fraksi Golkar itu Minggu (17/5).

Kondisi itu mengalami peningkatan yang sangat signifikan akibat pandemi covid-19. Pada minggu ketiga bulan April, laporan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mencatat jumlah pengangguran telah mencapai lebih dari 10 juta orang. Atau sekitar 7,25% dari jumlah angkatan kerja.

“Peningkatannya sebesar 2,26% atau sekitar 3,11 juta orang karena adanya covid-19 ini,” kata Dyah Roro.

Untuk itu dia menekankan pentingnya dukungan atas upaya pemerintah dalam melakukan percepatan realisasi Program Kartu Prakerja. “Pemerintah dituntut untuk bergerak cepat dalam mengantisipasi lonjakan angka pengangguran yang diakibatkan oleh PHK selama masa pandemi covid-19 ini,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, melalui Program Kartu Prakerja, para penerima program akan mendapatkan pembekalan diri dan pelatihan vokasi, yakni, berupa skilling, upskilling, dan reskilling guna mengembangkan kompetensi kerja setiap peserta.

Skilling menargetkan para pengangguran yang termasuk dalam kelompok fresh graduate atau pencari kerja baru yang membutuhkan pembekalan skill. Upskilling dan reskilling ditargetkan untuk para pengangguran korban PHK yang ingin meningkatkan skill yang telah dimiliki atau menambah skill baru.

“Dengan adanya Kartu Prakerja, penduduk usia produktif diarahkan untuk lebih cepat siap menyongsong profesi yang akan digelutinya di masa depan. Besarnya jumlah usia produktif di Indonesia memang perlu dipersiapkan secara kualitas pula,” kata Dyah Roro.

Sumber : https://mediaindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *