Presiden Joko Widodo berulang kali mengatakan, target pertumbuhan ekonomi nasional harus di atas 7 persen pada kuartal kedua. Ia meminta seluruh Gubernur, Bupati, dan Wali Kota memiliki tanggung jawab untuk target pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua. “Target ekonomi nasional ini didapat dari agregat kumpulan pertumbuhan ekonomi yang ada di provinsi, kabupaten, dan kota,” kata Presiden Jokowi dalam pengarahannya kepada Kepada Daerah, Selasa (18/5/2021). “Jadi, seluruh Gubernur, Bupati, dan Walikota memiliki tanggung jawab yang sama dalam berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional kita,” ujar Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi lebih lanjut menyampaikan, indikasi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi dari minus 0,74 persen menjadi di atas 7 persen ada. Tetapi, sambung Presiden Jokowi, itu semua tergantung kerja keras bersama. “Bayangkan, dari -0,74 persen saya minta di atas 7 persen. Tapi indikasi ke arah sana ada, tergantung kerja keras kita bersama. Tadi pagi saya mendapatkan laporan, periode Idulfitri itu ada peredaran uang kartal itu Rp154,5 triliun,” ujarnya.
“Dibanding 2020, Idulfitri 2021, ada kenaikan 41,5 persen. 41 persen kenaikannya. Ini positif, ini menambah optimisme kita, tapi hati hati masalah Covid-19,” tambahnya. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga membeberkan hanya ada 10 Provinsi di kuartal pertama yang mengalami pertumbuhan ekonomi, 24 lainnya masih negatif. “Kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi kuartal pertama per provinsi, semuanya negatif, yang positif hanya Riau 0,41 kuartal pertama ini. Papua, ini positif 14,28 ini memang paling tinggi Papua,” ujarnya.
