Suara Yogyakarta – Kedutaan Besar Palestina menegaskan bahwa kehadiran Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia, Zuhair Al-Sun, dalam Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) hanya sebatas turut memperingati Hari Kemerdekaan RI.
“Kami ingin menegaskan bahwa partisipasi kami berdasarkan pada pemahaman bahwa acara tersebut adalah acara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia dan bukan yang lainnya,” tulis Kedutaan Besar Palestina dalam keterangan yang diterima
Kedubes Palestina juga menuturkan kehadiran Duta Besar Zuhair Al-Sun di acara itu hanya berlangsung selama lima menit, yakni ketika menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Mereka menilai hal itu adalah sesuatu yang sakral bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lebih lanjut, pihak Kedubes Palestina juga mengapresiasi dan menghormati pemerintah Indonesia.
“Kami di Palestina mengapresiasi dukungan dan bantuan yang kami terima dari Yang Mulia Bapak Presiden Joko Widodo, pemerintahannya yang terhormat, dan dari seluruh masyarakat Indonesia yang ramah,” tambahnya.
Pihak Kedubes Palestina juga berharap agar masyarakat memahami bahwa mereka bukan bagian dari organisasi tersebut dan tidak akan menjadi bagian dari kegiatan politik di Indonesia.
“Itu murni salah paham saja,” ujar pihak Kedubes Palestina dalam keterangan pers.
Kedubes Palestina juga menuturkan kehadiran Duta Besar Zuhair Al-Sun di acara itu hanya berlangsung selama lima menit, yakni ketika menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Mereka menilai hal itu adalah sesuatu yang sakral bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lebih lanjut, pihak Kedubes Palestina juga mengapresiasi dan menghormati pemerintah Indonesia.
“Kami di Palestina mengapresiasi dukungan dan bantuan yang kami terima dari Yang Mulia Bapak Presiden Joko Widodo, pemerintahannya yang terhormat, dan dari seluruh masyarakat Indonesia yang ramah,” tambahnya.
Pihak Kedubes Palestina juga berharap agar masyarakat memahami bahwa mereka bukan bagian dari organisasi tersebut dan tidak akan menjadi bagian dari kegiatan politik di Indonesia.
“Itu murni salah paham saja,” ujar pihak Kedubes Palestina dalam keterangan pers.
