Presiden Janji Lindungi Buruh agar Tetap Dapatkan Penghasilan

Presiden Janji Lindungi Buruh agar Tetap Dapatkan Penghasilan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji melalui berbagai kebijakan pemerintah akan melindungi para buruh agar tetap bekerja dan berpenghasilan saat pandemi Covid-19.

Presiden Jokowi dalam akun media sosialnya menyebut peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini jatuh di saat pandemi Covid-19 melanda.

“Kita memperingati Hari Buruh Internasional tahun ini di saat pandemi global Covid-19 tengah melanda hampir seluruh negara di muka bumi ini,” kata Presiden Jokowi di Jakarta, Jumat (1/5).

Ia menambahkan demi mengurangi dampak buruknya, pemerintah berusaha melindungi para buruh agar tetap bekerja dan berpenghasilan, juga mempertahankan kemampuan ekonomi para pelaku usaha melalui berbagai kebijakan.

“Semuanya bertujuan agar para buruh beserta pengusaha mampu bertahan di era pandemic ini,” sebut Presiden Jokowi.

Sebelumnya dalam rapat terbatas terkait mitigasi dampak Covid-19 terhadap sektor ketenagakerjaan, Presiden Jokowi fokus pada enam langkah untuk memitigasi dampak Covid-19 bagi tenaga kerja.

Langkah pertama, mencegah meluasnya PHK dan memastikan program stimulus ekonomi yang sudah diputuskan segera diimplementasikan. Langkah kedua, untuk pekerja di sektor formal yang jumlah pekerjanya ada 56 juta, dipastikan skema program yang meringankan beban mereka termasuk insentif pajak dan relaksasi iuran BPJS.

Langkah yang ketiga, pekerja di sektor informal dimasukkan dalam program jaring pengaman sosial. Hal keempat, pekerja yang dirumahkan atau korban PHK, diprioritaskan untuk mendapatkan Kartu Prakerja. Langkah yang kelima, kementerian/ lembaga akan memperbanyak program padat karya tunai, sehingga terjadi penyerapan tenaga kerja yang lebih besar. Dan langkah keenam, diberikan perlindungan kepada para pekerja migran baik yang sudah kembali ke tanah air maupun yang masih berada di luar negeri.

Dapatkan Bansos

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah harus memastikan para buruh yang terdampak pandemi Covid-19 mendapatkan bantuan sosial.

Dia berharap di tengah suasana pandemi Covid-19, semua pihak bergotong royong menangani wabah ini termasuk dampak- dampak sosial ekonominya.

“Karena itu saya berharap para pemilik usaha tidak mem- PHK para buruh yang bekerja di perusahaan-perusahan. Pihak pemilik usaha dan para pekerjanya dapat bermusyawarah untuk menyelamatkan nasib perusahaan dan karyawannya sambil menunggu situasi perekonomian normal kembali,” kata Puan dalam keterangannya memperingati Hari Buruh sedunia, di Jakarta, Jumat (1/5).

Politisi PDI Perjuangan itu menilai Pemerintah juga harus memberikan informasi bagaimana langkah-langkah selanjutnya setelah perusahaan-perusahaan diwajibkan menghentikan aktivitas normalnya akibat Kebijakan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jabodetabek dan daerah lain.

Menurut dia, informasi dari pemerintah tentang tahapantahapan menuju aktivitas normal orang bekerja dan berusaha sangat penting untuk menyusun langkah-langkah bagi kepastian berusaha yang terkait dengan nasib para buruh. Puan juga mengucapkan selamat Hari Buruh kepada semua pekerja yang menjadi elemen penting penggerak roda perekonomian negara.

Namun menurut dia, di hari yang sangat bersejarah dan penting bagi perjalanan nasib para pekerja ini, kita sedang menghadapi pandemi Covid-19.

“Karena itu, mari kita merayakan Hari Buruh tahun ini dengan berpedoman pada protokol kesehatan pandemi Covid-19 tanpa mengurangi arti penting May Day dalam sejarah perjuangan perbaikan nasib para buruh,” katanya.

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) RI Ida Fauziyah mengapresiasi para buruh dan dan serikat pekerja di Tanah Air yang memperingati May Day atau Hari Buruh Internasional tanpa berdemonstrasi seperti tahuntahun sebelumnya.

“Tidak ada perayaan, yang saya lihat teman-teman melakukan kegiatan bakti sosial, mengumpulkan donasi untuk disumbangkan kepada orang yang membutuhkan,” kata dia saat konferensi video di Graha BNPB Jakarta, Jumat (1/5).

Menurut Ida, cara berbeda yang dilakukan buruh dan serikat pekerja tersebut merupakan bentuk positif di tengah pandemi Covid-19 melanda Tanah Air. Meskipun dalam situasi pandemi Covid-19, peringatan Hari Buruh Internasional tetap harus disyukuri dengan cara-cara positif. Hal tersebut tidak hanya berdampak pada buruh tetapi juga bagi setiap sendi-sendi kehidupan.

“Kita harus tetap semangat. Ruang gerak yang terbatas hendaknya tidak menjadi hambatan untuk berdialog, silaturahmi dan sebagainya,” ujar dia.

Ida juga berpesan momentum Hari Buruh Internasional diharapkan dapat memperkuat kebersamaan, persaudaraan, nasionalisme serta meningkatkan ketahanan ekonomi dan tentunya kaum buruh atau pekerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *