Petani Bergiat Jaga Ketahanan Pangan

Petani Bergiat Jaga Ketahanan Pangan

DI tengah pandemi covid-19, Waryono tidak mengkhawatirkan soal ke­tahanan pangan. Pasalnya, petani di daerahnya, di Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, tetap giat bertanam.

Kami sudah tuntas memanen hasil tanam musim penghujan lalu. Saat ini kami mempercepat penanaman menjelang musim kemarau untuk mengejar ketersediaan air,” papar Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kandanghaur itu, kemarin.

Sebagian besar petani, lanjutnya, sudah melakukan penyemaian bibit. Saat ini ketersediaan air di saluran irigasi masih memungkinkan untuk penanaman padi baru.

Wakil Ketua KTNA Indramayu, Sutatang, membenarkan bahwa sebagian besar petani di daerahnya sudah melakukan percepatan tanam gaduh. “Sekitar 40% lahan di Indramayu sudah mulai tanam gaduh.”

Meski hujan sudah mulai jarang turun, belum ada areal persawahan yang kekurangan air. “Kami berharap pasokan air mencukupi sehingga tidak terjadi lagi puso seperti kemarau tahun lalu.”

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung juga berupaya mendorong peningkatan produksi pangan di wilayahnya. Salah satu upayanya ialah mendorong petani menanam dua kali dalam satu tahun.

Kami akan mendukung tanam dua kali dalam setahun dengan menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan petani, di antaranya membereskan irigasi persawahan,” janji Kepala Dinas Pertanian Juaidi.

Saat ini kebanyakan persawahan di wilayah tersebut hanya tadah hujan sehingga masa tanam hanya bisa dilakukan satu kali. Namun, ada wilayah yang sudah bisa menanam tiga kali dalam setahun karena memiliki irigasi yang bagus, yakni Desa Rias di Kabupaten Bangka Selatan.

Selain irigasi, dukungan dari pemerintah provinsi juga berupa bantuan pupuk dan jaminan pembelian hasil panen dengan harga yang bagus.

Dari sejumlah daerah, dilaporkan harga-harga kebutuhan pokok, terutama hasil pertanian, masih stabil. Di Klaten, Jawa Tengah, tidak terjadi lonjakan harga pada komoditas beras, sayuran, daging ayam, dan daging sapi. “Saat ini harga cabai sangat murah, hanya Rp16 ribu per kilogram,” papar Menik, pedagang di Pasar Gede.

Kondisi serupa juga terjadi di Brebes. Hanya harga bawang merah yang merangkak naik menjadi Rp40 ribu per kilogram

Sumber: https://mediaindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *