Pemkot Jogja Konsisten Bangun Kawasan Bantaran Sungai

Pemkot Jogja Konsisten Bangun Kawasan Bantaran Sungai

Kelurahan Notoprajan, Kecamatan Ngampilan menjadi salah satu kawasan yang berada di tepi Kali Winongo. Pembangunan fisik maupun non-fisik yang dilakukan Pemkot Jogja sukses mengubah citra kawasan bantaran sungai.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jogja, Edy Muhammad menjelaskan bahwa Pemkot Jogja tengah menginisiasi pembangunan baik secara fisik dan non-fisik di kawasan Notoprajan. DPMPPA Kota Jogja turut andil dalam memfasilitasi dan berkoordinasi dengan warga menyangkut segala bentuk pembangunan fisik maupun non-fisik

Edy menyebutkan berbagai pembangunan fisik seperti, pembangunan talut, rehabilitasi rumah, dan rehabilitasi balai RW.

Diterangkan Edy, kerusakan talut di kawasan Notoprajan cukup masif pasca terjadi longsor. Talut ambles hingga sepanjang 20 meter hingga memakan sebagian jalan.

Merespons kerusakan tersebut, gerak cepat Pemkot Jogja dengan memfasilitasi anggaran dan perbaikan sangatlah baik. Melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Jogja, pemerintah merumuskan desain perbaikan yang didanai dari anggaran Pemkot Jogja bersinergi dengan TNI dan warga untuk memperbaiki talut tersebut.

Diterangkan Edy, ada rumah yang dibangun menjorok ke talut. Guna menciptakan kondisi yang aman, akhirnya rumah tersebut ditata. “DPPMA Kota Jogja melakukan sosialisasi kepada warga di kawasan tersebut terkait penataan kawasan bantaran,” ujarnya. Pembangunan talut digarap dengan begitu taktis hingga saat ini. Direncanakan talut di kawasan Notoprajan tersebut akan rampung akhir Juli

Selain talud pembangunan fisik juga dilakukan pada sektor rumah kurang layak. Edy menyebutkan ada 10 rumah warga yang mendapat bantuan dari Pemkot Jogja untuk diperbaiki sehingga layak huni. Edy menjelaskan beberapa bangunan tersebut memiliki berbagai faktor yang menyebabkan harus dibenahi seperti kerusakan struktur bangunan, dan kerusakan lainnya. “Pemkot Jogja melakukan rehabilitasi pada rumah layak tersebut agar rumah sehat, human yang nyaman untuk keluarga,” jelasnya.

Tidak hanya rumah, sarana musyawarah warga dan berbagai kegiatan masyarakat yakni Balai RW di Notoprajan pun ikut di pugar. Edy mengatakan rehabilitasi dilakukan meliputi perbaikan sarana prasarana bangunan sehingga nyaman dan aman.

“Untuk pembangunan non fisik ada sosialisasi Covid-19, kenakalan remaja, dan napza,” jelasnya. Tidak tanggung-tanggung, Edy menuturkan dalam berbagai sosialisasi tersebut pihaknya menggandeng dinas dan instansi lain agar materi yang disampaikan berkompeten dan komprehensif. Misalnya dalam sosialisasi pencegahan Covid-19 dan kenakalan remaja pihaknya menggandeng Dinas Kesehatan Kota Jogja. Sementara sosialisasi menyangkut napza, DPPMA Kota Jogja bekerja sama dengan kepolisian hingga BNN.

Masing-masing sosialisasi dilakukan tiga kali tiap materinya. Disebutkan Edy antusiasme warga Notoprajan sangat baik saat mengikuti beragam sosialisasi yang merupakan pembangunan non-fisik dilingkup masyarakat ini.

Pembangunan fisik dan non-fisik bersinergi satu sama lain. Hal itu bisa dilihat dari program lorong sahur dan pemberdayaan masyarakat melalui budidaya tanaman sistem hidroponik. Disebutkan Edy program lorong sayur sudah berjalan sejak setahun lalu. Berbagai teknologi dikembangkan mulai dari sistem vertikuktur hingga paling baru sistem hidroponik yang difasilitasi oleh Pemkot Jogja.

Edy melakukan beragam sosialisasi, PKK sebagai motor penggerak budidaya tanaman hidroponik menjadi salah satu fasilitasi yang dilakukan DPMPPA bersama Kodim 0734/ Kota Jogjakarta. “DPPMA Kota Jogja melakukan pendampingan ibu-ibu di lingkungan masyarakat baik pemberdayaan masyarakat melalui ibu-ibu di tingkat wilayah, tapi juga penguatan PKK,” terangnya.

Di tempat kami memang bagian dari pembinaannya [masyarakat], di sini komunikasi timbal balik, koordinasi sangat baik, di sini [Notoprajan] perintisannya sudah baik, ini bagian dari penguatan masyarakat yang mengkait ke lingkungan hidup dan ketahanan pangan,” terang Edy. Dia berharap program hidroponik ini dapat memberikan wawasan kepada warga dengan memanfaatkan lahan yang sempit bisa memproduksi tanaman. “Kedepannya tidak hanya sayuran tapi juga tanaman obat untuk keluarga, harapan kami program ini dapat direplikasi wilayah sekitar,” tukasnya.

Apresiasi Wali Kota

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti meninjau langsung progres berbagai pembangunan yang ada di Notoprajan. Haryadi mencermati seksama progres pembangunan talut di tepi Kaliwinongo, Ngampilan. Haryadi mengapresiasi partisipasi masyarakat yang yang mendukung program Pemkot Jogja. “Semoga partisipasi masyarakat juga terus tinggi, berpartisipasi terhadap kegiatan, namun jangan lupa jarak fisik harus terus terjaga,” tuturnya saat sambutan pada Sabtu (11/7/2020).

“Harapan kami [pembangunan] bisa berjalan dengan lancar sampai akhir nanti,” tutur Haryadi. Dia menyaksikan langsung bagaimana seluruh elemen, baik warga yang dibantu TNI telah bekerja dari ujung talut. Bahkan pihaknya siap untuk memfasilitasi alat berat seperti ekskavator kalau diperlukan.

“Kalau butuh [ekskavator] bilang saja ke kami melalui pak Dandim, Kasilog atau kasiter untuk menurunkan ekskavator untuk membersihkan [aliran sungai] supaya alirannya lancar sampai ke selatan,” tuturnya.

Disebutkan Haryadi, dulu Jogja termasuk kerap mengalami kebanjiran di beberapa titik. Namun pembangunan talud sukses menjadi salah satu kunci antisipasi banjir. “Dulu di kita [Jogja] rawan banjir, terus kami bikin saluran sebesar-besar itu [menunjuk ke arah Kali Winongo] sehingga Kota ini sudah relatif tidak banjir,” terangnya.

Haryadi berharap, dari berbagai program yang diinisiasi dan difasilitasi Pemkot Jogja, masyarakat segera dapat menikmati hasilnya. Dia juga berpesan agar fasilitas yang telah dibangun bersama terus dirawat sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. “Harapannya program ini berhasil guna dan berdaya guna, tidak hanya berhasil tapi bahwa apa yang kita lakukan berdaya guna [bagi masyarakat],” ujarnya.

Tidak hanya meninjau langsung program pembangunan talud, Haryadi juga meninjau langsung pemberdayaan masyarakat melalui budidaya tanaman sistem hidroponik. Program yang bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMPPA) dan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja Kota Jogja ini bertujuan memberdayakan masyarakat khususnya kelompok tani dan anggota PKK. Beberapa komoditas yang dibudidayakan dengan sistem hidroponik meliputi loncang, brambang, kangkung, dan sebagainya. “Ini [tanaman] kan manfaat semua, barang-barang yang selalu dekat dengan dapur,” terangnya.

Menurut Haryadi program hidroponik ini dapat mendidik anak-anak untuk merawat tanaman selama pandemi Covid-19. “Kan banyak anak-anak yang enggak sekolah [belajar di rumah], bisa diberi tahu, [harapannya] bisa memberikan manfaat untuk keberadaan Kampung sendiri, jadi mencukupi kebutuhan kampung yang ada di RT sendiri, RW sendiri,” ungkap Haryadi.

“Melibatkan anak-anak terutama yang putri maupun putra itu belajar bercocok tanam, ini sesuatu yang mudah bukan sesuatu yang sulit, tapi ya tadi jelas tidak dirumat ya mung ra tukul,” ujar Haryadi. Dia berpesan kepada warga untuk hidroponik harus dirumat dan dirawat. “Mugi manfaat, sinergi terus, kudu telaten merumat tandurane,” imbuhnya.

Program hidroponik mendapat sambutan baik-baik darinya warga. Ketua PKK RT 6/ RW 1, Siti Eliska menyambut positif program ini. Menurutnya program pemberdayaan masyarakat melalui hidroponik menambah kegiatan untuk anak dan ibu-ibu selama pandemi. “Karena banyak [anak-anak] menggunakan waktu untuk [kegiatan] tidak positif seperti bermain gadget,” ujarnya.

Hasil panen budidaya tanaman selanjutnya dikonsumsi sendiri kepads warga. Menurutnya program hidroponik ini sangat baik karena bisa dikonsumsi bersama, memanfaatkan waktu, penghijauan serta melibatkan anak-anak untuk diikutsertakan dalam budidaya ini

Sumber : https://jogjapolitan.harianjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *