Categories Uncategorized

Pemilu Damai: Dari Yogyakarta untuk Indonesia

Sebelum memasuki masa kampanye, sesungguhnya sudah terjadi berbagai friksi berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu 2024. Bukan menjadi rahasia lagi, beberapa oknum memanfaatkan media sosial untuk menyindir, menghujat, bahkan melakukan black campaign.

Beberapa nitizen geram membaca pernyataan tidak simpatik dengan tidak mempedulikan etika dalam berkomunikasi. Mereka berharap agar pihak terkait dan Menkominfo membuat peraturan menyangkut tata tertib penggunaan media sosial sebagai ajang kampanye.

Peristiwa lain yang sempat mengganggu proses pemilu damai berkaitan dengan konflik pemasangan dan pencopotan alat peraga kampanye (APK), baik di Jakarta, Solo, Wonogiri, Medan, dan banyak wilayah lainnya.

Pengamat politik pun menengarai, dalam masa sosialisasi capres, cawapres, maupun anggota legislatif sudah menyalahi aturan karena ada papan baliho/iklan yang mengarahkan masyarakat untuk mencoblos partai/memilih calon anggota legislatif dari partai tertentu.

Pun juga peristiwa Muntilan 15 Oktober 2023 yang terjadi akibat gesekan partai dengan gerakan pemuda partai tertentu, mengakibatkan terjadinya pembakaran sepeda motor dan perusakan rumah warga. Peristiwa ini merupakan catatan pahit di awal keinginan mewujudkan Pemilu damai.

Menjelang masa kampanye, demi terwujudnya Pemilu damai secara nasional, pemerintah menyelenggarakan acara ikrar dan penandatanganan naskah Pemilu Damai 2024, berlangsung di halaman Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/11/2023) oleh ketiga pasangan calon presiden-calon wakil presiden peserta pemilihan umum (pemilu) 2024: Anies Baswedan- Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, beserta perwakilan partai politik.

Mereka bersama-sama membaca naskah Pemilu Damai, dipimpin Ketua KPU Hasyim Asy’ari. Lewat ikrar dan penandatanganan itu, KPI, Bawaslu, ketiga capres dan cawapres berkeinginan menciptakan pemilu secara langsung, umum, bebas, rahasia, adil; melaksanakan kampanye pemilu dengan aman, tertib, damai, berintegritas tanpa hoaks tanpa politisasi sara, dan tanpa politik uang; serta melaksanakan kampanye pemilu berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, tidak menyimpang dari aturan kampanye pemilu.

Pada intinya semua pihak berniat melaksanakan pemilu, kampanye sehat, tidak saling mengumbar keburukan lawan politik, sebaliknya, mempromosikan diri dengan nilai-nilai positif.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *