Pemerintah memperkuat rantai pasok jagung untuk membantu peternak ayam petelur menghadapi tingginya harga bahan baku pakan. Upaya tersebut dilakukan melalui penyaluran jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), penguatan koperasi, serta penyerapan hasil panen petani.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah berupaya menghubungkan petani jagung dengan peternak dalam satu ekosistem usaha. Skema tersebut diharapkan dapat menjamin ketersediaan bahan baku pakan sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani.
Dalam skema itu, pemerintah menyediakan bantuan benih dan dukungan alat serta mesin pertanian (alsintan). Hasil panen jagung nantinya dibeli oleh koperasi peternak untuk memenuhi kebutuhan pakan. Sementara kelebihan produksi akan diserap oleh Perum Bulog untuk disimpan sebagai cadangan.
Amran menyampaikan langkah tersebut saat bertemu dengan peternak ayam petelur dalam kegiatan Sinergi BUMN Pangan Bersama Peternak Ayam Petelur Mikro di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Selain membangun sistem pasokan jangka panjang, pemerintah juga mempercepat penyaluran jagung SPHP untuk membantu peternak yang menghadapi kenaikan harga pakan. Amran menegaskan pemerintah perlu memberikan penyelesaian langsung terhadap persoalan yang dihadapi petani dan peternak.
Ketua Koperasi Berkah Telur Blitar, Yesi Yuni Asuti, mengatakan jagung SPHP membantu menekan biaya pembelian bahan baku pakan. Ia menyebut harga jagung di pasaran telah meningkat dari sekitar Rp7.000 menjadi Rp7.800 hingga Rp7.900 per kilogram. Sementara jagung SPHP dapat diperoleh melalui Bulog dengan harga sekitar Rp5.000 per kilogram.
Hal serupa disampaikan Ketua Koperasi Anjuk Ladang Makmur Kabupaten Nganjuk, Zainuddin. Koperasinya memiliki sekitar 75 anggota dengan populasi mencapai 250 ribu ekor ayam dan produksi telur rata-rata 15 ton per hari.
Menurut Zainuddin, harga jagung di pasar mencapai Rp7.800 per kilogram, sedangkan jagung SPHP sekitar Rp5.500 per kilogram. Ia menilai program tersebut membantu meringankan beban peternak, terutama di tengah tingginya biaya produksi.
Zainuddin juga berharap pemerintah dapat menjaga kestabilan harga telur agar tetap seimbang dengan biaya operasional peternakan.
Amran memastikan pemerintah akan terus memperkuat pasokan jagung, meningkatkan penyerapan hasil panen, dan mengembangkan kerja sama antara petani dengan peternak melalui koperasi.
