Masyarakat Jangan Mau jadi Tameng Untuk Menolak Otsus

Masyarakat Jangan Mau jadi Tameng Untuk Menolak Otsus

Jhon Wempi Wetipo (Wakil Menteri PUPR) berharap kepada seluruh pimpinan di Papua agar tidak menjadikan masyarakat sebagai tameng terkait Rencana pemerintah melanjutkan OTSUS Jilid II di Papua.

“Bicara OTSUS tapi Pimpinan daerah gagal paham karena hanya tau habiskan uang rakyat dengan program yang tidak tepat sasaran kepada masyarakat, jadikan rakyat sebagai tameng para penguasa di daerah,” Kata JWW baru-baru ini kepada media.

Menurut JWW, selama ini masih banyak kebijakan dari pimpinan daerah di Papua terkait penggunaan dana OTSUS yang tidak berpihak kepada rakyat.

Menurut Wamen JWW, bila selama ini OTSUS yang diberikan pemerintah pusat kepada Papua diimplementasikan dengan baik dan benar, maka rakyat Papua tidak ada lagi yang berteriak karena merasa belum sejahtera.

“Saya sangat yakin bila selama ini OTSUS di implementasikan sesuai dengan kebutuhan rakyat, maka di Papua tidak ada yang berteriak karena alasan tidak sejahtera, namun inikan yang terjadi berbeda, kita lihat masih banyak warga papua yang miskin dan belum sejahtera,” ujarnya.

JWW yang juga adalah ketua DPD PDI Perjuangan ini berharap agar ada evaluasi secara menyeluruh, mulai dari tahun 2002 hingga tahun 2020, sehingga bisa diketahui dimana masalahnya.

“Jadi kalau mau OTSUS ini betul-betul bermanfaat bagi masyarakat Papua, yang pertama harus dilakukan adalah evaluasi implementasi OTSUS secara menyeluruh, mulai dari tahun 2002-2020. Apa sesuai harapan atau tidak, tepat sasaran atau tidak, gagalnya di mana, perlu diperbaiki di mana“Bebernya.

Sebagai Orang Asli Papua, JWW mengaku untuk mengetahui apa yang diinginkan rakyat Papua harus di buka ruang terbuka antara stakeholder baik di daerah dengan pemerintah pusat yang melibatkan perwakilan adat, agama dan pemerintah.

“Harus dibuka diskusi terbuka dengan para stakeholder, mari duduk bersama dan evaluasi secara keseluruhan, bukan nya membungkus kejahatan atas nama rakyat Papua, Kalau ini terus berlanjut maka para Pemimpin di Papua tidak bisa melihat tanda heran satu ke tanda heran yang lain,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *