Lanjutkan Operasi Pasar Strategi Disperindag DIY Kendalikan Inflasi

Lanjutkan Operasi Pasar Strategi Disperindag DIY Kendalikan Inflasi

Suara Yogyakarta – Pemda DIY dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY bersama SKPD maupun pihak terkait lainnya akan terus menggelar operasi pasar  dan pasar murah  sesuai permintaan pada awal 2023.  Kedua kegiatan tersebut sebagai upaya pengendalian inflasi daerah menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)  Imlek 2023.

Kepala Disperindag DIY Syam Arjayanti menyampaikannya pasar murah ini diberikan kepada kabupaten/kota yang mengajukan permintaan.  Setiap pelaksanaan pasar murah masing-masing mendapatkan alokasi kouta beras yang disediakan Pemda DIY.

”  Pemda DIY tentunya telah menyiapkan alokasi anggaran untuk operasi pasar pada 2023. Seperti tahun sebelumnya, anggaran yang telah kami miliki buat mendanai khusus operasi pasar maupun pasar murah bersubsidi biaya angkut sebesar Rp 1,95 miliar  atau bagi subsidi biaya angkut dan targetnya sebanyak 958 ton beras sampai akhir 2022 ini.  Lalu pelaksanaan ada yang disiapkan berupa pasar murah dan operasi pasar khususnya untuk menghadapi Imlek nantinya,” tandasnya di Yogyakarta, Kamis (12/1).

Selain itu, Syam menyebut perihal stok komoditi bahan pokok pun dipastikan mencukupi kebutuhan ataupun permintaan masyarakat meski kebutuhan masyarakat saat ini tengah di atas produksi yang dihasilkan. Khusus beberapa bahan pokok pangan, faktor produksi ini sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Jika ada stok ketersediaan bahan pangan yang produksinya terganggu atau menipis pihaknya akan berkoordinasi dengan Perum Bulog setempat.

“Kita pun masih punya stok untuk subsidi biaya distribusi, apabila ada kekurangan bisa bekerjasama dengan distributor dengan diberikan subsidi sebesar Rp 2.000/kg untuk mendatangkan dari daerah lain,” tegasnya.

Berdasarkan pantauan perkembangan harga bahan pangan pokok di DIY terakhir, Syam menyatakan harga beberapa bahan  pangan di sejumlah pasar pantauan di DIY masih mengalami fluktuasi. Fluktuasi harga tersebut lebih dipengaruhi masih banyaknya permintaan kebutuhan pangan dari konsumen saat ini 

”  Harga komoditas bahan pangan yang mengalami kenaikan dialami barang merah dan bawang putih. Harga bawang merah naik dari Ro 32.000 menjadi Rp 34.000/kg yang melebihi harga acuan yang ditetapkan Rp 32.000/kg. Kemudian harga bawang putih kating naik dari Rp 24.000 menjadi Rp 25.300/kg dan bawang putih sinco dari Rp 19.700 menjadi Rp 20.700/kg saat ini dipasaran,” terang Syam.

Sebaliknya itu, komoditi bahan pangan yang mengalami penurunan harga terjadi pada daging ayam broiler dari Rp 33.600 menjadi Rp 33.300/kg, cabai merah keriting dari Rp 40.300 menjadi Rp 39.700/kg, cabai merah besar dari 39.700 menjadi Rp 38.700/kg, cabai rawit hijau dari Rp 50.700 menjadi Rp 50.000/kg dan cabai rawit merah dari Rp 52.300 menjadi Rp 48.300/kg. Sedangkan harga komoditi bahan pangan pokok lainnya seperti beras, gula pasir, minyak goreng, daging sapi, telur ayam dan tepung terigu relatif stabil tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *