KPU DIY Sosialisasikan Penyelenggaraan Pemilu 2024 di Titik Nol Kilometer Yogyakarta

Ketua KPU DIY, Ahmad Shidqi, berharap digelarnya sosialisasi Pemilu 2024 bertepatan hari ibu diharapkan menjadi momentum bagi untuk melahirkan pemimpin yang amanah bagi bangsa.

“Sebagaimana ibu yang telah melahirkan kita semua ke dunia ini, kita sama-sama berharap bahwa Pemilu jadi rahim bagi lahirnya pemimpin, lahirnya kepemimpinan nasional yang mensejahterahkan rakyat,” jelas Shidqi.

Dalam sosialisasi Pemilu 2024 itu KPU DIY turut serta menggandeng sejumlah pihak untuk ikut serta menyukseskan pesta demokrasi.

“Kita kerja sama dengan perempuan berkebaya itu adalah salah satu entitas yang selalu menggaungkan gerakan perempuan, dan juga kami libatkan PPK dan PPS serta masyarakat yang ada di Nol KM,” sambung Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU DIY Sri Surani.

Lebih lanjut pemilihan Titik Nol Kilometer Yogyakarta sebagai lokasi sosialisasi Pemilu 2024 bukan tanpa alasan.

Pasalanya, kawasan tersebut merupakan wajah dari DIY sehingga sengaja dipilih untuk dijadikan tempat menggelar sosialisasi.

“Kita buat acara tentu harus ada yang banyak ikut serta dan terpapar informasi, kami sasar pusat kerumunan. Meskipun kami bicara tentang perempuan tapi harus bisa disebarkan ke seluruh masyarakat Jogja termasuk pendatang yang ada di Jogja,” ujarnya.

Lebih lanju ia menyebut, acara yang bersamaan dengan peringatan hari gerakan perempuan itu harus dimaknai bahwa perempuan DIY bergerak untuk menuju Pemilu 2024 menjadi pemilih yang kritis dan bijaksana.

“Keterwakilan perempuan yang minim di legislatif memang kita harus prihatin, tapi dengan angka di DPT bisa dibandingkan bahwa perempuan lebih tinggi, ini suatu kekuatan bagi perempuan untuk menentukan arah bangsa ke depan,” jelasnya.

Menurutnya, perempuan bisa menjadi kunci perubahan bangsa dengan ikut serta menentukan pilihannya pasa Pemilu 2024 mendatang.

“Harapan kami khususnya perempuan DIY bisa bersinergi untuk menyukseskan Pemilu 2024 dan tentu saja datang ke TPS pada 14 Februari menggunakan hak pilih secara bijaksana dan tentu saja sesuai dengan pilihan masing-masing,” urainya.

Menurutnya, keterwakilan perempuan di legislatif menang penting tetapi yang jauh lebih penting lagi adalah menjadikan isu perempuan menjadi perhatian semua pihak termasuk laki-laki.

“Identitas perempuan penting tapi penting juga bagi laki-laki mengetahui persoalan yang dihadapi perempuan. Itu yang juga menjadi penting untuk didesakkan, jadi isu atau keberpihakan bagi perempuan itu penting sekali,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia menyebutkan bahwa di sebagian wilayah pilihan perempuan kadang kala masih ada yang ditentukan oleh suami.

“Maka dari itu menjadi penting pendidikan pemilih dan penyebaran informasi lebih masif kepada perempuan termasuk perempuan harus berani menyangkal hoaks minimal tidak ikut menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya,” pungkasnya.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *