Categories Nasional

KPK: Sivitas Akademika Tak Cukup Cerdas Tapi Harus Berintegritas

Kami berharap bahwa Anda yang di sivitas ini tak cukup hanya cerdas dan terampil. Anda harus berintegritas. Tanpa integritas maka Anda akan jadi bermasalah di masyarakat,” ujar Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Nurul Ghufron saat mengisi materi tentang Antikorupsi dan Masa Depan Indonesia di Hadapan Generasi Bangsa dalam webinar Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Nasional, Universitas Islam Negeri (UIN) Banten, (7/12/21).

Kata Ghufron, integritas tak hanya dipakai pada saat mencari pekerjaan saja. Universitas dapat berperan lebih bahkan sejak awal saat para mahasiswa memasuki dunia kampus. Karena semestinya, kata Ghufron, tujuan kampus ialah mencetak manusia yang kepribadiannya tinggi, cerdas, terampil dan berakhlak, meskipun saat masuk ke dunia pendidikan yang diukur hanya kecerdasan dan keterampilan saja, tidak kepada integritasnya.

Ghufron pun melanjutkan, statistik perkara yang telah KPK tangani dari 2004-2021 terus meningkat. Perkara terbanyak adalah suap dengan jumlah perkara di atas 700, kemudian pengadaan barang dan jasa lalu konflik kepentingan dan lain-lain.

“Ini menunjukkan seakan-akan dunia ketatanegaraan kita itu sudah diliputi dengan suap dan suap. Seolah-olah jika Anda mau jadi lurah harus suap, jadi kepala desa harus suap, jadi wali kota/bupati/gubernur harus suap atau memberi amplop kepada rakyat supaya dipilih. Anda mau usaha, izinnya harus pakai suap dulu, mau jadi CPNS, mau diangkat jadi kepala kantor wilayah itu juga dengan suap dan suap.  Itu artinya di mana ada suap, maka ada ketidakadilan,” ujar Ghufron.

KPK berharap, hal demikian tidak terjadi di masa depan. Ghufron berpesan bahwa seluruh peserta yang hadir dalam webinar kali ini ialah generasi bangsa pemilik masa depan. Harapannya, di tangan para sivitas akademika Indonesia dapat bebas dari korupsi.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *