Bantul – Surat Edaran (SE) Pemkab Bantul, terkait kewajiban vaksin booster bagi penerima BLT BBM terbukti efektif untuk meningkatan capaian vaksinasi booster di Bantul. Berdasarkan pantauan di Puskesmas Bambanglipuro Bantul, Sabtu (24/9/2022), sejak pukul 7 pagi warga sudah antre untuk vaksin.
Kepala Puskesmas Bambanglipuro drg. Rades Pipit Murpitayani, membenarkan terjadinya peningkatan peserta vaksin di puskemas Bambanglipuro. Bila biasanya hanya terdapat 50 hingga 75 peserta setiap hari, pada 3 pelaksanaan terakhir jumlah peserta dapat mencapai 150. Sebagian besar untuk syarat pencairan BLT BBM.
Tidak dapat dipungkiri, SE Pemkab Bantul terkait vaksin booster sebagai syarat pencairan BLT BBM menjadi faktor utama pendongkrak capaian vaksinasi booster. Namun itu bukan alasan satu – satunya bagi warga untuk melakukan vaksinasi booster. Sebab terdapat warga yang mengikuti vaksinasi untuk alasan lainnya, seperti syarat perjalanan.
Dibuka setiap hari Sabtu, layanan vaksin juga diakses oleh warga dari luar Bantul. Sebab aturan memang mengizinkan kuota 5 persen untuk warga dari luar Bantul. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh warga yang tidak bisa mengikuti vaksinasi pada hari kerja. Termasuk warga dari luar Bantul.
Peningkatan jumlah peserta vaksin terjadi di seluruh wilayah kabupaten Bantul. Kondisi ini berdampak terhadap meningkatnya capaian vaksinasi. Data aplikasi Simundu milik Dinas Kesehatan Bantul menyebut, per 10 September 2022 atau satu hari setelah keluarnya SE Pemkab Bantul, capaian vaksinasi booster di Bantul baru 26 persen.
Sementara data Simundu 23 September 2023 menunjukkan capaian vaksinasi booster sudah 34 persen. Berarti dalam kurun waktu 13 hari terjadi peningkatan 8 persen. Angka yang sulit dicapai tanpa SE Pemkab Bantul. Sebab dengan capaian 26 persen hingga Agustus 2022, rata – rata hanya terjadi peningkatan 3,25 persen setiap bulan.
Belum Sesuai Target
Koordinator Vaksinasi Binda DIY wilayah Bantul Nugroho, mengakui terjadinya peningkatan capaian vaksinasi booster. Namun capaian belum sesuai dengan target. Sebab untuk mencapai target 70 persen pada akhir tahun. Minimal terjadi peningkatan 10 -12 persen setiap bulan. Padahal diperkirakan hanya akan terjadi peningkatan kurang dari 10 persen pada bulan ini.
“Capaian pada bulan selanjutnya diharapkan meningkat, sehingga target 70 persen di akhir tahun tercapai,” tegas Nugroho.
Bertolak dari fakta ini, Nugroho berharap warga segera melakukan vaksinasi booster sehingga dapat mencairkan BLT BBM tahap berikutnya. Binda DIY sudah menyiapkan vaksin booster dan tenaga kesehatan. Meski tetap berharap warga melakukan vaksinasi atas dasar kesadaran. Namun upaya pembiasaan masih dibutuhkan untuk menyadarkan masyarakat.
Pemkab Bantul mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait vaksin booster, sebagai syarat pencairan BLT BBM. Serta jaminan dan bantalan sosial dari pemerintah pusat dan daerah lainnya. Ditandatangani oleh Sekertaris Daerah Pemkab Bantul Helmi Jamharis, SE ditujukan kepada seluruh Panewu, Lurah dan Kepala Puskesmas di Kabupaten Bantul.
SE tertanggal 9 September 2022 ini, memerintahkan penundaan pencairan BLT dan Jaminan Sosial lainnya. Bagi calon penerima yang belum melakukan vaksinasi Covid-19. Keluarnya SE ini berdasarkan pasal 134 Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 202. Pasal tersebut mewajibkan warga yang sudah terdaftar sebagai penerima vaksin untuk melakukan Vaksinasi.
Sekertaris Daerah Pemkab Bantul Helmi Jamharis memastikan, keluarnya SE untuk mendukung percepatan program vaksinasi di Bantul. Mengingat capaian vaksinasi booster di Bantul baru 25,77 persen. Sementara untuk membentuk kekebalan komunal baru, capaian vaksinasi booster minimal 70 persen.
Terciptanya kekebalan komunal baru, menjadi modal utama bagi masyarakat. Untuk kembali melakukan kegiatan ekonomi. Dengan lebih percaya diri, karena sudah mendapat tambahan perlindungan dari dalam..Seiring kegiatan ekonomi yang menuntut pelonggaran dalam penerapan protokol kesehatan.
Sebab virus Covid -19 belum benar – benar hilang. Kondisi ini dapat dilihat dari masih ditemukannya kasus baru. Data Dinas Kesehatan Bantul menyebut, masih ditemukan kasus baru meski angkanya di bawah 20 per hari. Dengan tambahan kekebalan melalui vaksin, pasien hanya menunjukan gejala ringan.
