Kembalikan Paksi Katon Pada Khittahnya, Sang Penjaga Budaya Yogyakarta

Kembalikan Paksi Katon Pada Khittahnya, Sang Penjaga Budaya Yogyakarta

Puluhan anggota Paguyuban Seksi Keamanan Keraton (paksi katon) yang mengatasnamakan diri elemen masyarakat anti-komunis Yogyakarta menggeruduk kantor DPRD DIY, Rabu (20/05/2020) siang. Sembari membawa sejumlah spanduk, sejumlah massa melakukan aksi menginjak dan membakar bendera Partai Komunis Indonesia (PKI).

Mereka menuding DPR dan DPRD sudah disusupi kader PKI. Mereka beralasan, hal itu disebabkan dalam pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang dilakukan DPR tidak mengkaitkan Tap MPRS nomor 25/MPRS/1966 tentang larangan ajaran komunisme/marxisme leninisme sebagai rujukan atau konsideran.

Paksi Katon Berpolitik?

Hal apakah yang menjadikan urgensi bagi Paksi Katon untuk menyoroti masalah politik legislasi di DPR ? Bukankah selama ini Paksi Katon dibentuk untuk bertugas mengamankan budaya Ngayogyokarto dan kegiatan sosial di wilayah kota Jogja ?

Bahkan Ketua Komisi A DPRD DIY, Ahmad Subangi menyebutkan “Peran PAKSI KATON sangat penting sebagai penjaga kebudayaan dimana kebudayaan menjadi salah satu pilar keistimewaan, sehingga perlu adanya bantuan dari SKPD untuk Paksi Katon”

Namun, Ketua Paksi Katon, Muhammad Suhud dalam aksi yang berlangsung pada rabu lalu mengatakan kader komunis disinyalir ikut mewarnai haluan negara RI sekaligus menumpuk kekayaan untuk persiapan Pemilu 2024. Ia juga menambahkan perlu adanya reformasi total tatanan berbangsa dan bernegara. Kabinet Indonesia Maju yang berisi para avonturir politik juga perlu dirombak.

Dengan pernyataan tersebut apakah Paksi Katon sekarang mulai bergerak untuk kepentingan politik dan melupakan tugasnya sebagai penjaga budaya Yogyakarta ? Hal ini mulai menjadi pertanyaan oleh masyarakat Jogja, dan semoga saja Pihak Keraton segera mengambil sikap untuk meluruskan peranan Paksi Katon agar kembali ke fungsinya (khittah) yang sebenarnya; Sang Penjaga Budaya Kraton Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *