KAPITRA AMPERA : KAMI Hanya Memprovokasi Rakyat, Tak Ada Untung Bagi RIAU

KAPITRA AMPERA : KAMI Hanya Memprovokasi Rakyat, Tak Ada Untung Bagi RIAU

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Kapitra Ampera angkat bicara terkait deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Provinsi Riau yang direncanakan digelar Jumat besok, 16 Oktober 2020.

Kapitra yang juga advokat senior itu menegaskan, gerakan KAMI tidak punya manfaat konkret untuk Riau, dan tidak ada yang didapat jika orang Riau gabung dalam gerakan KAMI karena hanya akan memecah belah masyarakat Riau.

“Apa yang mampu dilakukan KAMI terhadap kebutuhan Riau? Gak ada. Kita coba lihat, tahun ini tidak ada asap. Tol Riau sudah bisa dimanfaatkan. Jadi kita tak punya manfaat untuk ikut KAMI. Ini gerakan apa? Ini gerakan politik yang memperkosa kata-kata moral,” pungkasnya.

KAMI, ungkap mantan Caleg DPR dari Riau ini, merupakan gerakan politik yang ingin merampas kedaulatan presiden hari ini.
Disamping itu, KAMI juga dinilai hanya memprovokasi rakyat dan melakukan kejahatan terhadap negara.

Untuk itu Kapitra mengingatkan, dalam sejarah tak ada satupun pemberontakan yang menang di Indonesia. Seperti pemberontakan PKI Madiun, PRRI, dan PKI 1965.

“Jadi, untuk apa menghancurkan diri orang Riau. Kecuali ada kepentingan kita, jangan melalui KAMI. Gak ada orang-orang KAMI itu yang memperjuangkan Riau. Masak kita mendukung birahi kekuasaan. Itu orang yang ambisius yang ingin mendapatkam kekuasaan tapi dengan mengorbankan rakyat,” tuding Kapitra.

Kalau mau merebut kekuasaan, lanjutnya, disarankan agar Gatot Nurmantyo membangun infrastruktur politik, dengan membentuk partai politik dan berkompetisi.

“Jadi, jangan ke jalan,” cetus Kampitra Ampera.

Diketahui, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Provinsi Riau akan melangsungkan deklarasi pada Jumat, 16 Oktober 2020.

Deklarasi yang menuai pro kontra itu akan dihadiri oleh Presidium KAMI Gatot Nurmantyo yang merupakan mantan Panglima TNI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *