Categories Politik

Jelang Pilkada, Warga Kota Jogja Diajak Hindari Janji Manis Paslon

Menjelang gelaran Pilkada 2024, kegiatan edukasi dan sosialisasi mulai gencar dilaksanakan oleh berbagai pihak. Sebelumnya, Komite Independen Sadar Pemilu (KISP) melaksanakan edukasi kepada Gen-Z untuk berperan aktif pada kegiatan Pilkada.

Selain KISP, ada juga organisasi nirlaba Yayasan Lembaga Kajian Islam (Lkis) Yogyakarta yang turut melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Belum lama ini, Lkis bersama PPK Tegalrejo menyelenggarakan edukasi. Kegiatan ini menyasar kepada semua kelompok warga, mulai dari kaum perempuan, disabilitas, hingga pemeluk agama dan kepercayaan minoritas.

Program Manajer Lkis Tri Noviana menjelaskan edukasi ini digelar dengan mengusung tema “Kesadaran Warga dalam Memilih Pemimpin Daerah”. Kegiatan ini berupaya membentuk pemilih kritis yang mampu melakukan penilaian terhadap visi dan misi kandidat.

“Diharapkan dapat mewujudkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah bisa terjadi secara adil, jujur, dan bersih,” ujar Noviana saat dikonfirmasi, Kamis (15/8/2024)

Noviana menambahkan, edukasi yang diberikan terkait dengan ajakan kepada masyarakat untuk tidak mudah termakan oleh janji manis pasangan calon kepala daerah. Dia mengatakan, sering kali paslon kepala daerah dengan mudahnya memberikan janji manis visi dan misi kepada masyarakat. Namun, saat benar-benar sudah menjabat, janji yang sebelumnya diberikan tidak direalisasikan.

Masyarakat juga diminta untuk memahami betul latar belakang pasangan calon yang akan dipilih. Termasuk soal rekam jejak paslon apakah seorang residivis atau bukan.

“Mengingat Kota Jogja wali kotanya ketangkep juga oleh KPK soal izin waktu itu. Itu jadi catatan sejarah yang penting untuk wali kota ke depan. Jangan sampai ke depan punya wali kota korup atau akan melakukan korupsi,” jelasnya.

Menurut Noviana, edukasi semacam ini adalah upaya yang krusial untuk dilakukan sebelum pendaftaran calon wali kota dan wakilnya berlangsung. Dia juga sengaja menyasar hingga tingkat kemantren, sebab menurutnya kemantren menjadi letak bagi masyarakat hinggaa tingkatan bawah untuk bisa menyampaikan aspirasi. Tak hanya sampai di sini, Lkis akan terus menyediakan wadah sosialisasi dan aspirasi bagi masyarakat. Ke depan, Noviana akan menyelenggakan dialog aspirasi.

“Kemarin sudah mengumpulkan aspirasi warga sebagai jembatan. Menghubungkan masyarakat, apa keresahannya ke aktor politik, penyelenggara pilkada, ataupun DPRD yang kemarin baru saja dilantik,” ungkapnya.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *