Jelang Pendaftaran, Bawaslu Ingatkan ASN Tetap Netral

Jelang Pendaftaran, Bawaslu Ingatkan ASN Tetap Netral

elang pendaftaran calona Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Kabupaten Pulau Taliabu, Badan Pengawas Pemelihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara (Malut) mengigatkan para Aparut Sipil Negara (ASN) untuk tetap netral. Sebab indeks kerawanan Pemilu di delapan kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada, terletak pada netralitas ASN.

“Jadi disini perlu saya ingatkan bahwa ASN itu sudah jelas tidak bisa terlibat politik praktis, ASN harus benar-benar netral, ASN harus fokus dalam tugas-tugas pelayanan terhadap masyarakat,” ungkap Koordinator Devisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Malut, Hj Masita Nawawi Gani saat dikonfirmasi belum lama ini.

Masita menambhakan, ASN bukan anggota partai politik atau pun sebagai masyarakat biasa, sebagaimana diatur dalam UU nomor 5 tahun 2014 maupun PP nomor 53 tahun 2010. Pelaksanaan Pilkada serentak, ASN dilarang untuk memposting, melike gambar visi dan misi bakal pasangan calon atau pasangan calon bupati dan wakil bupati atau berkomentar.

“Jadi kalau ada orang yang posting gambar yang posting foto, yang posting visi misi dari pasangan calon bupati dan wakil bupati, bapak/ibu sebagai ASN itu lia saja, jangan like,karena kalau itu (like) bapa/ibu lakukan tetap kami proses walau pun itu nanti Bawaslu hanya sifatnya lakukan kajian kemudian merekomendasi kepada KASN dan mereka yang kemudian akan memberikan sanksi,” ujarnya.

Bawaslu Malut sudah berkonsultasi langsung dengan KASN dan mereka mengatakan bahwa saat ini ASN jangan main-main. Jika sebelumnya eksekusi rekomendasi KASN ada di  bupati dan Sekda, kali ini jika bupati dan Sekda tidak eksekusi, maka kami akan memblokir data dari pada ASN yang bersangkutan, sehingga ASN yang bersangkutan tidak naik pangkat selama sanksi diberikan.

“Bahkan kalau terbukti sampai menghadiri kegiatan politik atau pun sampai terlibat menjadi pelaksana kampanye atau tim kampanye, maka itu sanksinya adalah pemecatan. Tapi kalau bapak/ibu mau berhenti dari ASN, silahkan lakukan saja, karena saya hanya mengigatkan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *