Categories Nasional

Pemerintah Mobilisasi Logistik dan Pangan Gempa NTT

Pemerintah pusat bersama instansi lintas sektor mempercepat penyaluran bantuan logistik, pangan, dan layanan kedaruratan untuk masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur sejak pertengahan Agustus 2026. Penanganan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar di tujuh kabupaten terdampak.

Dukungan pangan dipastikan aman setelah Kementerian Pertanian dan Badan Bulog menyiapkan puluhan ribu ton stok beras di kawasan tersebut. Selain pemenuhan kebutuhan darurat harian, pemerintah mulai merancang pemulihan sektor pertanian dan infrastruktur pendukung yang mengalami kerusakan berat akibat guncangan bencana.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menginstruksikan jajarannya untuk memangkas jalur birokrasi agar pendistribusian beras ke posko pengungsian berjalan cepat tanpa hambatan administratif.

“Hari ini kami sampaikan ke posko, tidak usah menunggu surat. Bila ada butuh beras, langsung kirim. Jadi insyaallah tidak akan ada kekurangan,” kata Amran, Menteri Pertanian.

Penyiapan cadangan pangan nasional di wilayah NTT dihitung secara terukur guna menjamin kecukupan konsumsi puluhan ribu warga yang saat ini bertahan di titik-titik pengungsian.

“Stok beras nasional kita 5,2 juta ton, stok kita di NTT 39 ribu ton. Jadi ini stok kita sangat banyak, sampai satu tahun ke depan sangat cukup. Jadi jangan khawatir, makan beras itu tidak bisa ditunda,” jelas Amran, Menteri Pertanian.

Sektor pertanian warga yang rusak juga dijanjikan pemulihan menyeluruh dengan pembiayaan penuh dari anggaran pemerintah pusat.

“Seluruh sawah yang rusak, irigasi tersier, kita akan perbaiki. Itu ditanggung pemerintah pusat, kami yang jamin. Jadi diperbaiki sawahnya, dikirim alsintan,” kata Amran, Menteri Pertanian.

Penggantian komoditas perkebunan masyarakat yang hancur turut disiapkan guna memulihkan mata pencaharian warga pascabencana.

“Kopi, kakao, kelapa, itu juga kita ganti. Sekarang sudah ada anggarannya. Itu adalah perintah Bapak Presiden,” ujarnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Pemerintah menegaskan kepastian pasokan makanan dasar menjadi prioritas mutlak yang akan terus dijamin hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat pulih sepenuhnya.

“Pangan, beras, kita jamin. Pemerintah jamin,” tegas Amran, Menteri Pertanian.

Di sisi lain, pergerakan logistik skala besar disalurkan melalui Pos Dukungan Logistik Nasional PDB Gempabumi NTT di Halim Perdanakusuma Jakarta. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara menyalurkan bantuan seberat 34,38 ton, di mana 17 ton di antaranya telah diterbangkan secara bertahap berupa sembako, beras, terpal, serta pakaian.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut mengirimkan ribuan paket makanan siap saji, perlengkapan keluarga, toren air, dan pasokan medis berupa cairan infus serta antiseptik. Sementara itu, Kementerian Sosial memobilisasi dapur umum yang memproduksi 22.000 porsi makanan per hari di tujuh kabupaten, yaitu Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, dan Manggarai Barat.

Kementerian Sosial memastikan mobilisasi sumber daya kedaruratan berfokus pada keselamatan serta kebutuhan mendesak para pengungsi di lapangan.

“Jadi saat ini statusnya masih tanggap darurat. Kebutuhan-kebutuhan yang kemudian kita mobilisasi adalah kebutuhan-kebutuhan darurat,” ujarnya, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

Langkah pengoperasian dapur umum di wilayah terdampak difokuskan untuk menjaga ketersediaan asupan nutrisi pengungsi setiap hari.

“Untuk tujuh dapur umum, setiap harinya kita memproduksi sebanyak 22.000 porsi di tujuh kabupaten yang terdampak bencana di NTT,” katanya, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

Selain logistik pangan, pemulihan sarana penunjang seperti listrik, bahan bakar, dan fasilitas medis darurat menjadi perhatian utama di area bencana.

“Kita juga memastikan jaringan listrik juga harus segera pulih, kemudian stok BBM juga harus segera ada, termasuk kemudian kebutuhan dokter, yang ada di lokasi pengungusian,” jelas Agus Jabo, Wakil Menteri Sosial.

Hambatan distribusi akibat cuaca buruk dan jalan terputus diatasi dengan skema belanja taktis langsung di kota terdekat lokasi bencana.

“Karena bantuan dari gudang itu lama, kita melakukan belanja di kota-kota terdekat yang terdampak bencana, sehingga secepat-cepatnya bisa memenuhi kebutuhan daerah mereka,” ujar Agus Jabo, Wakil Menteri Sosial.

Kementerian Sosial memastikan penanganan bencana akan berlanjut hingga fase pemulihan fisik dan pemukiman warga.

“Setelah tanggap darurat selesai, proses selanjutnya adalah rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Agus Jabo, Wakil Menteri Sosial.

Pemerintah berkomitmen memberikan pendampingan sosial dan bantuan darurat selama warga masih membutuhkan dukungan di tempat pengungsian maupun hunian sementara.

“Kalau ke depannya masyarakat masih membutuhkan bantuan-bantuan darurat, tentunya Kemensos akan berusaha sekuat-kuatnya untuk memberikan bantuan-bantuan darurat tersebut,” pungkasnya, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *