Proyek pembangunan jalan tol di wilayah Pulau Jawa menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Khususnya di wilayah Jawa Tengah, terpantau pembangunan jalan tol saat ini masih terus gencar dilakukan.
Melalui pembangunan jalan tol ini diharapkan bisa menjadi penghubung antara Provinsi DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Selain itu, tujuan dari pembangunan Tol Yogyakarta-Cilacap ini memang untuk memangkas waktu tempuh kedua wilayah tersebut.
Lantaran jalan tol yang akan dibangun sepanjang 121,75 km ini bakal terintegrasi dengan berbagai jalan tol lainnya.
Seperti Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap, Tol Pejagan-Cilacap, serta Tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo.
Harapan lainnya, tol ini bisa memberikan dampak signifikan pada sentra perekonomian lokal melalui peningkatan arus barang dan jasa.
Hanya saja, pembangunan jalan tol tentu akan memberi dampak khususnya untuk berbagai daerah di sekitarnya.
Dimana aka nada sebanyak 53 desa di 15 kecamatan di Kebumen yang bakal terdampak pembangunan tol Yogyakarta-Cilacap ini.
Diinformasikan oleh Kementerian PUPR, rencana pembangunan Tol Yogyakarta-Cilacap ini bakal melalui tiga tahapan utama berikut ini.
Pada tahap ini sudah dilakukan tahun 2022-2023 yang meliputi perencanaan dan pengajuan tender kepada pihak investor.
Sementara untuk tahap kedua dilakukan pada tahun 2023-2024 yang mencakup penyelesaian pendanaan dan pembebasan lahan di wilayah yang bakal terdampak pembangunan tol ini.
Rencananya untuk proses konstruksi akan dimulai pada 2024-2029 dalam tiga fase berikut ini.
-Fase pertama (kuartal 2 2024-kuartal 2 2026)
-Fase kedua (kuartal 3 2026-kuartal 2 2028)
-Fase ketiga (kuartal 3 2027-kuartal 2 2029)
Untuk soal pendanaan, proyek Tol Yogyakarta-Cilacap ini bakal menghabiskan dana triliunan, dimana Rp2,37 triliun akan dialokasikan untuk pengadaan lahan yang menjadi porsi pemerintah
