Implementasi New Normal, Wapres: Inovasi Kreatif Topang Ekonomi

Implementasi New Normal, Wapres: Inovasi Kreatif Topang Ekonomi

Wakil Presiden Ma’ruf Amin berharap inovasi oleh pemerintah daerah mengenai pemberlakuan tatanan baru atau new normal dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hal ini disampaikan saat membuka acara Penghargaan Inovasi Daerah dalam Tatanan Normal Baru yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri, Senin (22/6/2020).

Menurutnya, apapun kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat yang diambil akan berdampak pada kegiatan ekonomi. Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2020 tumbuh melambat sebesar 2,97 persen dibanding kuartal I/2019.

“Selain upaya keras dalam mengendalikan Covid-19, pada saat yang sama kita juga harus mampu menangani dampak ekonomi agar tidak terpuruk terlalu dalam dan bahkan dapat bangkit kembali,” ujarnya.

Sebagai bagian transisi sampai ditemukannya vaksin dan obat saat ini pemerintah dengan sangat serius mengkaji penerapan tatanan baru atau new normal. Upaya ini untuk mempersiapkan masyarakat menuju tatanan baru yang aman Covid-19 dan tetap produktif.

“Inovasi menjadi penting karena tatanan kehidupan kita di segala bidang akan berubah drastis. Seluruh kegiatan ekonomi akan dilaksanakan dengan cara yang sama sekali berbeda dari sebelumnya,” turnya.

Untuk itu dibutuhkan inovasi dan kreativitas agar kegiatan ekonomi produktif tetap berjalan.

“Saya sangat menghargai inisiatif Kemendagri untuk memperkuat kesiapan daerah untuk memasuki tatanan new normal,” lanjutnya.

Dalam memasuki tatanan baru diperlukan inovasi yang akan menjadi kunci keberhasilan suatu daerah untuk memasuki era produktif dan aman Covid-19.

Kemendagri bersama dengan jajaran kementerian/lembaga lainnya termasuk Gugus Tugas Covid-19 mengadakan lomba antar daerah di tujuh sektor kehidupan, yaitu pasar tradisional, pasmod, hotel, restoran, tempat wisata, transportasi publik dan PTSP.

Lomba inovasi diadakan dengan membagi empat klaster pemda, yakni lomba antar provinsi, antar kota, antar kabupaten, dan antar kabupaten tertinggal. Semua pemda diminta untuk membuat video dengan durasi maksimal 2 menit yang menggambarkan protokol kesehatan dan simulasi di sektor yang dipertandingkan.

Pemda harus menyusun protokol kesehatan dengan ahli kesehatan dan bekerja sama dengan stakeholder di daerahnya masing-masing, seperti operator pasar tradisional, pemilik hotel, restoran agar menarik.

Pemerintah pusat bahkan menyiapkan total hadiah Rp168 miliar bagi pemerintah daerah yang paling inovatif dalam menerapkan new normal yang produktif dan bebas Covid-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *