Fokus Mendongkrak Konsumsi Rumah Tangga, Ini Stimulus Yang Digelontorkan Pemerintah

Fokus Mendongkrak Konsumsi Rumah Tangga, Ini Stimulus Yang Digelontorkan Pemerintah

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga pada kuartal I-2020 hanya tumbuh 2,84% secara year-on-year (yoy). Realisasi ini lebih rendah dari kuartal I-2019 yang mencapai 5,02% yoy. Untuk itu, pemerintah akan menggelontorkan stimulus demi mendongkrak konsumsi rumah tangga.

Penurunan konsumsi rumah tangga yang dipengaruhi oleh penyebaran virus corona turut berperan dalam penurunan pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan realisasi pada kuartal I-2020 BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 2,97% yoy.

Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo mengatakan, pemerintah akan lebih fokus dalam upaya meningkatkan konsumsi rumah tangga.

“Untuk menjaga dan meningkatkan daya beli masyarakat, salah satu yang akan diambil adalah channeling dana melalui perbankan dan lembaga pembiayaan yang dapat dimanfaatkan para pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM),” ujar Yustinus.

Seperti diketahui, melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pemerintah akan memberikan dukungan fiskal kepada para pelaku UMKM melalui stimulus kredit UMKM. Total anggaran yang disiapkan pemerintah untuk fasilitas ini sebesar Rp 34,15 triliun dan akan diberikan kepada 60,66 juta rekening mikro.

Kemudian, dari anggaran tersebut pemerintah menempatkan Rp 27,26 triliun untuk subsidi bunga yang kreditnya diajukan melalui perbankan, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), dan perusahaan pembiayaan.

Debitur UMKM yang mengajukan nilai batas maksimum pinjaman Rp 500 juta, akan memperoleh penundaan angsuran dan subsidi bunga sebesar 6% selama 3 bulan pertama, dan 3% selama 3 bulan berikutnya.

Sementara itu, untuk debitur yang nilai pinjamannya berkisar antara Rp 500 juta sampai Rp 10 miliar akan diberikan subsidi sebesar 3% selama 3 bulan pertama, dan 2% selama 3 bulan berikutnya.

Lalu untuk UMKM yang mengajukan kredit melalui kredit usaha rakyat (KUR), UMi, Mekaar, dan Pegadaian akan diberikan subsidi bunga Rp 6,4 triliun dan juga penundaan angsuran pokok selama 6 bulan.

Terakhir, untuk UMKM yang mengajukan kredit melalui koperasi, LPDB, LPMUKP, dan UMKM Pemda akan diberikan relaksasi subsidi sebesar 6% selama 6 bulan dengan anggaran Rp 490 miliar.

Kebijakan yang diberikan pemerintah melalui program PEN ini diharapkan dapat sedikit mendongkrak konsumsi rumah tangga dan menggerakkan laju perekonomian. 

Untuk insentif lain yang akan diberikan, Yustinus mengatakan saat ini masih dirumuskan pemerintah.

“Untuk (insentif) yang lain masih dirumuskan dan sangat dinamis, tapi prinsipnya sangat terbuka untuk itu. Pemerintah terus mendengarkan dan mencermati dinamika yang ada dan merumuskan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Yustinus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *