Djafar Badjeber Sayangkan Demo Tolak RUU HIP Dimanfaatkan Petualang Politik

Djafar Badjeber Sayangkan Demo Tolak RUU HIP Dimanfaatkan Petualang Politik

Demo yang dilakukan berbagai elemen masyarakat dan ormas Islam yang awalnya menolak RUU HIP, namun sangat disayangkan bergeser menjadi sorakan sumir yang tak populer lagi terdengar sumbang mewarnai unjuk rasa tersebut.

Demo yang awalnya upaya yang tulus dan murni dalam memperjuangkan dan mempertahankan Pancasila sebagai satu-satunya idiologi bangsa telah dinodai oleh para petualang politik yang belum move on dengan hasil pilpres lalu.

Mereka para petualang politik kambuhan memanfaatkan momentum ini menciptakan kegaduhan-kegaduhan lagi, dan menyelipkan tuntutan yang semula menolak RUU HIP telah berbelok jauh.

Pendemo sudah tidak fokus dengan tuntutannya. Selain tuntutan cabut RUU HIP dari prolegnas, usut inisiator, ada tambahan dua tuntutan yaitu hentikan kriminalisasi ulama dan menuntut Sidang Umum MPR untuk memberhentikan Presiden Joko Widodo. Bahkan mereka juga membakar bendera salah satu parpol.

“Artinya kebencian dan ketidaksukaan kepada presiden Joko Widodo sangat vulgar, jelas tidak relevan dengan pokok tuntutan demo,” ujar Wakil Ketum DPP Hanura bidang Ideologi dan Politik, Djabar Badjeber, Jumat (26/6/2020).

Djafar menyebutkan demo Rabu (24/6/2020) membawa pesan-pesan sponsor dari para “dalang” yang selama ini di ketahui merasa terusik dan terganggu eksistensinya saat terpilihnya kembali Joko Widodo menjadi presiden. Dan para dalang ini tak asing lagi siapa mereka dan bagaimana sepak terjangnya selama ini.

Menurut Djafar, sebagai penganut mazhab demokrasi dan sebagai Muslim sejati, sangat disayangkan hal ini terjadi. “Artinya tindakan ini telah menafikkan azas kebenaran dan kepatutan dalam agama yang saya pahami “tertotal” atau mardud,” tegasnya.

Disebutkan sebagai anak bangsa yang peduli dan ikut bertanggung jawab pada masa depan Indonesia, dirinya mengapresiasi dan salut kepada mereka-mereka yang melakukan protes terhadap RUU HIP dengan murni dan tanpa embel-embel sponsor.

“Ini petanda mereka cinta Pancasila dan cinta NKRI dengan tulus dan sungguh-sungguh,” ujar mantan anggota MPR ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *