August 9, 2020

Dispar DIY Serahkan Bantuan Peralatan Higienitas pada Destinasi Wisata Kabupaten/Kota

Dalam menyambut pranata baru berwisata di DIY, Dinas Pariwisata (Dispar) DIY hari ini (Senin, 27/7/2020) menyerahkan bantuan peralatan dan perlengkapan higienitas kepada destinasi wisata dan desa wisata di kabupaten/kota DIY.

Kepala Dispar DIY, Singgih Raharjo mengatakan penyerahan ini merupakan yang kedua kali setelah sebelumnya dilakukan pada Juni 2020.

“Sudah dua kali. Total 35 destinasi wisata dan 50 desa wisata,” ujar Singgih kepada wartawan dalam acara Penyerahan Bantuan Peralatan dan Perlengkapan Higienitas ke Destinasi Wisata Kabupaten/Kota di Dispar DIY, Senin (27/7/2020).

Singgih menerangkan lokasi wisata yang mendapat bantuan di DIY di antaranya Gunungkidul 2 lokasi, Bantul 2 lokasi, Kulon Progo 2 lokasi, dan Kota Yogyakarta 4 lokasi.

Mengenai pemilihan lokasi, Singgih menyebutkan ditentukan berdasarkan kesiapan destinasi tersebut yang ditentukan oleh kabupaten/kota.

“Sebentar lagi akan dikeluarkan standar operasional prosedur (SOP) destinasi wisata di DIY, saat ini dalam proses cetak, versi softfile bisa diakses di website,” tuturnya.

Adapun peralatan yang diserahterimakan berjumlah 13 item.

Di antaranya tenda kerucut, portable bed, tempat sampah injak berpenutup, thermo gun, goggles, sarung tangan karet, sepatu boots, sarung tangan kain, masker kain, alat penyemprot disinfektan, standing poster, spanduk, dan stiker.

Hadir dalam kesempatan yang sama, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu mengungkapkan destinasi wisata di Kraton Yogyakarta merupakan obyek wisata percontohan di DIY. Terdapat empat destinasi di Kraton Yogyakarta yang mendapat bantuan peralatan dari Dispar DIY, di antaranya Pagelaran, Keben, Taman Sari, dan Museum Kraton.

“Kraton itu tolok ukur tempat wisata lainnya. Jadi harus hati-hati sekali,” ungkapnya.

“Dengan SOP yang akan diterapkan, semoga sukses semuanya juga ditaati oleh yang datang. Kalau diingatkan jangan marah. Ini demi kita semua,” sambungnya.

Ia menambahkan, wisata Kraton sudah dibuka sejak 8 Juli 2020.

Adapun bus-bus besar berisi rombongan belum diperbolehkan masuk.

“Harus ada pemandu wisatanya. Sehari dibatasi 250 pengunjung,” pungkasnya.

Sumber : https://jogja.tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *