Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogya Pastikan Stok Pangan Aman

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogya Pastikan Stok Pangan Aman

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta melakukan pemetaan ketersediaan pangan di Kota Yogyakarta.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto mengatakan ada 11 bahan pokok yang menjadi sasaran.

“Dari Kemendag pada saat COVID-19 memerintahkan untuk semua daerah kabupaten/kota untuk membentuk tim ketahanan pangan daerah, dan memberikan catatan kepada 11 bahan pokok. Bahan-bahan yang dikonsumsi masyarakat,” katanya, Minggu (12/07/2020).

Pihaknya kemudian melakukan verifikasi ketersediaannya, baik di pasar, toko modern, hingga distributor.

Ketersediaan tersebut kemudian disebut sebagai stok pangan masyarakat.

“Kita petakan per kecamatan, dalam hal ini rawan pangan. Bukan rawan pangan karena kesulitan pangan, tetapi bagaimana masyarakat tidak bisa menjangkau itu (bahan pangan). Kalau Kita Yogyakarta semua bahan pangan tersedia, tidak ada kesulitan. Aksesnya yang mungkin sudah ditangkap, biasanya saya beli,” sambungnya.

Sejak pandemi COVID-19, ia melihat peta konsumsi masyarakat agak menurun.

Penurunan konsumsi di Kota Yogyakarta memang tidak banyak, sekitar 5 hingga 10 persen saja.

Ia menduga penurunan konsumsi dipengaruhi oleh kemiskinan.

Namun juga dipengaruhi oleh program bantuan dari pemerintah, termasuk kegiatan APBD Kota Yogyakarta.

“Ya mungkin karena kemiskinan, tetapi kan ada program Bantuan Sosial Tunai (BST) dan lain sebagainya. Termasuk warga yang terdampak COVID-19 juga mendapat bantuan. Sehingga mereka dapat pengganti seperti subsidi dalam bentuk beras dan bentuk lainnya,” terangnya.

Ia membahkan peta pangan Kota Yogyakarta tidak mengkhawatirkan, sebab ketersediaan stok pangan masyarakat aman.

Selain itu, Pemkot Yogyakarta juga memiliki cadangan pangan berupa beras sekitar 16,7 ton.

Cadangan pangan tersebut bersifat on call, artinya bisa digunakan kapan saja dengan catatan atas perintah Walikota Yogyakarta.

Biasanya cadangan pangan tersebut dikeluarkan saat terjadi inflasi, bencana alam dan bencana sosial.

“Sebenarnya COVID-19 kemarin bisa digunakan, namun kemarin masih bisa diatasi dengan dana tidak terduga, sehingga tidak kita keluarkan. Kalau benar-benar mendesak bisa kita keluarkan, atas perintah Walikota kepada pelaksana, yaitu kami (Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta). Jadi kita punya cadangan beras dan stok pangan masyarakat aman,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *