Cegah Radikalisme, BIN Lakukan Reintegrasi Eks Napiter untuk Kembali ke Masyarakat Membangun Daerah

Cegah Radikalisme, BIN Lakukan Reintegrasi Eks Napiter untuk Kembali ke Masyarakat Membangun Daerah

Menghadapi radikalisme terhadap pelaku terorisme, Badan Intelijen Negara (BIN) memiliki cara jitu dan sukses membawa perubahan.

Deputi VII Badan Inteligensi Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto menjelaskan cara ini dilakukan melalui pembinaan menyeluruh dan consider, jelasnya dalam acara “Ngopi Bareng dengan Eks Napiter”, Minggu (16/8/2020).

Tujuannya untuk membuat pelaku terorisme menjadi pribadi yang paling bermanfaat bagi keluarga, masyarakat dan pada akhirnya bagi NKRI.

“Setelah kita bicara panjang lebar, melakukan pendekatan karena tak kenal maka tak sayang, ternyata para Eks Napiter ini baik-baik, ada kesepahaman yang bisa dijalin dan mau kembali ke Ibu Pertiwi, tidak lupa jalan kembali, kemarin itu hanya khilaf,” jelas Deputi VII Badan Inteligensi Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto, Minggu (16/8/2020).

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh para eks Napiter yang sudah memiliki keterampilan dan mendulang keberhasilan untuk berbagi pengalamannya di hadapan Deputi VII BIN.

Selain itu, terdapat sesi pemberian sejumlah bantuan berupa dana pembinaan, serta budidaya ikan dan ternak kambing demi menunjang kehidupan ekonomi para eks Napiter tersebut.

“Tapi setelah ada binaan seperti ini bisa ternyata bisa mandiri, alhamdulillah salah satu contoh eks Napiter yang sukses kita ada mas Paimin, bahkan sekarang beliau sudah bisa membangun wadah binaan dilingkungan tempat tinggalnya,” papar Wawan.

BIN mengaku segala bentuk kesulitan serta kerja keras yang dilakukan oleh pihaknya kini telah menuai hasil yang sangat baik.

Hal ini dapat dilihat dengan kehidupan para Eks Napi Terorisme yang telah mendapatkan pembinaan oleh BIN telah menjadi sosok yang kini justru bermanfaat bagi masyarakat.

Paimin, pria yang dulu sempat bergabung dalam jaringan terorisme setelah terdoktrin dari mengikuti pengajian yang radikal, kini dia hidup tentram bersama istri dan 4 orang anak di kampung halamannya Desa Maron, Kelurahan Karanganyar, Sambung Macan, Sragen, Jawa Tengah dan memiliki usaha peternakan ikan.

“Alhamdulillah sekarang saya bisa kembali menjadi rakyat dan Alhamdulillah juga saya di support oleh masyarakat sekitar kanan kiri (rumah) saya, sampai saya bisa jalankan satu wadah kelompok Peduli Lingkungan Sekitar (PLS) yang kini sudah berjalan empat bulan sukses dan sekarang sudah pada tahapan dinas setempat mau masuk untuk ikut bantu saya,” terang Paimin.

Paimin menerangkan bahwa harapannya, dirinya ingin kegiatan binaannya semakin maju dan bisa membantu sektor perekonomian di lingkungan tempat tinggal saya.

Contoh eks Napiter lain yang juga sudah berangsur mendulang kesuksesan adalah Priyatmo alias Mamo yang merupakan mantan narapidana atas kasus kepemilikan senjata yang diselundupkan dari Filipina ke Indonesia melalui Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Timur, pada 2011 guna mempersenjatai tentara teroris di Indonesia kala itu.

Setelah BIN memberikan pembinaan kepada mereka, Priyatmo kini telah memiliki usaha sendiri melalui program PopWarung dan berbagai usaha lainnya yang berlokasi di Jenawi, Karanganyar.

Selain itu, ada eks Napiter lain yaitu Ustadz Slamet yang kini dipercaya menjabat sebagai mudir dari Pondok Pesantren Baitul Salam.

Keberhasilan para eks Napiter diatas dalam membuka kembali lembaran baru kehidupannya sebagai masyarakat yang lebih baik, hanya beberapa contoh saja dari seluruh keberhasilan program pembinaan yang telah dilakukan BIN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *