Categories Uncategorized

BINDA DIY Sisir Warga dan Pelajar yang Belum Vaksin

suarayogyakarta – Capaian vaksinasi di Kabupaten Sleman saat ini sudah cukup tinggi. Namun ternyata atas capaian ini menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara vaksinasi.

Pasalnya kesulitan penyelenggara ada pada menyisir satu persatu warga yang belum divaksin untuk bersedia dilakukan vaksinasi.

“Maka dari itu Badan Intelejen Daerah (Binda) DIY kembali ke door to door atau penyisiran karena sekarang mulai menjadi kendala mencari masyarakat atau pelajar yang belum divaksin, jadi kita harus jemput bola supaya kembali lagi, herd immunity bisa tercapai,” ujar Koordinator Wilayah (Korwil) Binda DIY Adi Riyanto

Berbicara usai melaksanakan vaksinasi bagi dosis pertama bagi pelajar usia 12-17 tahun serta masyarakat umum di MAN 3 Sleman, Adi menambahkan berbeda dengan saat capaian masih rendah, di mana masyarakat datang berbondong-bondong pada sejumlah sentra vaksinasi.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dari pelaksana penyelenggaraan vaksinasi. Adapun dalam pelaksanaan vaksinasi disiapkan sebanyak 200 dosis vaksin jenis Sinovac.

Program vaksinasi kali ini, yang digelar untuk menyisir kalangan pelajar serta masyarakat umum yang belum divaksin.

Penyisiran ini dilakukan untuk memfasilitasi masyarakat umum serta pelajar yang belum menerima vaksin.

Saat ini imbuh Adi, sejumlah lembaga pendidikan sudah mulai menggelar tatap muka (PTM) terbatas.

Sehingga harus dipastikan pelajar telah divaksinasi. Karena sampai saat ini vaksin menjadi salah satu upaya pencegahan yang cukup efektif, terutama bagi seseorang terkonfirmasi positif agar tidak parah.

“Apalagi sempat terjadi kenaikan kasus (positif Covid-19), namun berdasar data yang saya terima di Kabupaten Sleman dari tanggal 26 Oktober- 2 November 2021, itu semuanya gereja ringan,” jelasnya.

Adi menyatakan perkembangan realisasi percepatan vaksinasi sangat positif. Ia kemudian berharap prokes tetap dijaga.

“Harapannya pembelajaran tatap muka (PTM) bisa dijalankan lebih dari 50 persen, supaya pelajar tidak lama-lama belajar secara daring, sebab kurang efektif,” tambahnya.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kemenag Sleman, Tulus Dumadi menambahkan ratusan pelajar dan masyarakat sekitar yang belum melaksanakan vaksinasi baru menerima vaksin dosis pertama.

Adapun pelaksanaan PTM terbatas pada sekolah-sekolah dibawah naungan Kemenag dilaksanakan dengan durasi waktu yang sebentar serta menjaga jarak antar satu dengan yang lain dan meminimalisir kerumunan.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *