BI: Stimulus fiskal pemerintah topang pertumbuhan ekonomi RI

BI: Stimulus fiskal pemerintah topang pertumbuhan ekonomi RI

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai bahwa stimulus fiskal yang digelontorkan pemerintah mampu menopang pertumbuhan ekonomi RI yang tercatat masih tumbuh pada kisaran positif yakni mencapai 2,97 persen pada triwulan pertama tahun ini.

“Stimulus fiskal pemerintah dalam bentuk bansos ternyata berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi,” katanya dalam keterangan pers daring di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, stimulus fiskal yang mendorong konsumsi pemerintah untuk belanja program sosial menjadi indikator yang menyebabkan ekonomi RI tumbuh tidak negatif.

Semula bank sentral ini memprediksi konsumsi pemerintah akan tumbuh 2,3 persen namun Badan Pusat Statistik (BPD) mengungkapkan realisasi pertumbuhan konsumsi pemerintah pada triwulan satu lebih tinggi dari perkiraan BI yakni 3,74 persen.

“Sehingga ekonomi Indonesia itu tidak turun lebih lanjut,” katanya. Sementara itu, untuk triwulan kedua tahun ini BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI mencapai 0,4 persen, kemudian triwulan III mencapai 1,2 persen dan triwulan IV mencapai 3,1 persen.

Pertimbangannya, kata dia, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai berlaku di hampir 70 persen wilayah ekonomi Indonesia serta mencermati perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia mencapai minus 2 persen.

Secara keseluruhan tahun 2020, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih rendah dari 2,3 persen mencermati pertumbuhan ekonomi triwulan pertama yang mencapai 2,97 persen.

“Tapi stimulus fiskal pemerintah akan mengurangi dampak itu dan kebijakan restrukturisasi dunia usaha, program pemulihan ekonomi dan dukungan BI memberikan stimulus moneter, insya Allah akan kurangi dampak Covid,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *