Begini Mekanisme KPU Kota Jogja untuk Fasilitasi Penyandang Disabilitas

KPU Kota Jogja memastikan gelaran pesta demokrasi khususnya pada proses pemungutan suara aksesibel bagi para penyandang disabilitas.

Apalagi, penyandang disabilitas di Kota Jogja mencapai 3.351 orang. Mulai dari disabilitas fisik, intelektual, dan mental. Ada juga disabilitas bisu, tuli, dan netra. “Data ini didapatkan dari hasil pencocokan penelitian saat pemutakhiran data pemilih,” kata Komisioner KPU Kota Jogja Erizal, Jumat (15/12/2023).

Dia menyebut ada sejumlah skema untuk menjadikan proses pemungutan suara bisa diakses oleh seluruh penyandang disabilitas.

Misalnya, khusus disabilitas tuna netra akan disediakan surat suara braile untuk pemilihan DPD dan presiden untuk 274 tuna netra yang telah tercatat. Sementara, untuk surat suara pemilihan DPR, penyandang disabilitas akan menggunakan mekanisme pendampingan. “Dalam TPS kan ada fasilitasinya. Dari pendampingan bisa didampingi oleh KPPS atau keluarga, tetapi disarankan fasilitasinya oleh keluarga,” ujarnya.

Pendampingan oleh keluarga ini menurut Erizal jauh lebih mungkin dilakukan. Hal ini lantaran keluarga yang paling paham mengenai kondisi keterbatasan yang ada pada penyandang disabilitas.

Untuk itu, nantinya sosialisasi akan lebih digencarkan lagi. Utamanya, pada titik-titik yang telah terdata ada penyandang disabilitas di sana. Ini agar penyandang disabilitas tetap bisa memenuhi hak suaranya. “Harus disiapkan orang-orang yang sanggup, mampu, dan mau kemudian TPS-nya harus aksesibel, baik untuk lansia, disabilitas, pemuda-pemudi, harus disiapkan,” ungkapnya.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *