Aksi Demo Tolak RUU HIP Ditunggangi Pro Khilafah

Aksi Demo Tolak RUU HIP Ditunggangi Pro Khilafah

Demonstrasi yang dilakukan di depan gedung DPR/MPR beberapa saat lalu adalah aksi untuk memprotes Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila. Aksi massa itu dihadiri oleh anggota beberapa Ormas yang tidak setuju dengan RUU HIP. Unjuk rasa ini diduga ditunggangi oleh Ormas pro khilafah yang memanfaatkan momen ketika pemerintah dituduh pro komunisme.

Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila masih menjadi polemik di masyarakat. Walau sudah jelas bahwa RUU ini ditunda dan presiden menolaknya, tapi masih banyak anggota organisasi massa yang tidak percaya, bahkan berani memfitnah pemerintah.

Mereka juga menuduh bahwa pemerintahan yang sekarang pro PKI, karena di dalam rancangan undang-undang tersebut tidak dicantumkan TAP MPRS XXV tahun 1966 tentang larangan komunisme di Indonesia.

Untuk menyuarakan protesnya, maka banyak anggota Ormas tersebut yang mengadakan unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR. Aksi ini sangat disayangkan karena di masa pandemi covid-19 ini, mengumpulkan banyak orang tentu amat riskan karena bisa meningkatkan resiko kena corona. Mereka enak-enak saja berteriak di depan gedung DPR/MPR tanpa mempedulikan keselamatan dan kesehatan pribadi.

Seharusnya di masa prihatin ini kita lebih memikirkan cara untuk menjaga stabilitas politik. Lagipula, demonstrasi menolak RUU HIP yang katanya pro komunisme ini bisa saja ditunggangi oleh kelompok anti pemerintah. Hal ini disampaikan oleh ketua umum DPP Forum Komunikasi Santri Indonesia (FOKSI), Muhammad Natsir Sahib.

Lantas siapa yang memprakarsai aksi demo menentang RUU HIP? Mereka adalah anggota organisasi massa yang ingin mendirikan negara khilafah dan menolak mengakui presiden beserta pemerintahannya.

Di antara organisasi massa tersebut bisa jadi ada yang jadi anggota kaum radikal dan menolak azas Pancasila. Bagi mereka yang terpenting adalah negara yang berazaskan agama, jadi menolak Pancasila disertakan di dalam AD/ART organisasi tersebut. Hal ini sangat miris karena ternyata mereka anti Pancasila namun mengadakan unjuk rasa tentang Undang-Undang yang katanya menodai Pancasila.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *